Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Bisnis / Bedah Bank / HSBC Indonesia Mengalami Pertumbuhan Laba Negatif pada Q1

HSBC Indonesia Mengalami Pertumbuhan Laba Negatif pada Q1

Aktual Post – Bank HSBC dengan nama kepanjangannya Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited mengalami pertumbuhan laba yang negatif sebesar Rp 12,58 miliar atau 3,01 % menjadi Rp 404,96 miliar pada kuartal I/2015, jika dibandingkan dengan kuartal I/2014 sebesar 417,54 miliar. Penurunan laba tersebut diantaranya disebabkan meningkatnya beban kerugian penurunan nilai asset keuangan (impairment) kredit sebesar Rp 177,50 miliar atau 129,47 % menjadi Rp 314,59 miliar pada kuartal I/2015, dimana pada kuartal I/2014 hanya sebesar Rp 137,09 miliar.

Sementara itu NIM (Net Interest Margin) mengalami peningkatan 0,56 % menjadi 4,62 % pada kuartal I/2015, sedangkan kuartal I/2014 sebesar 4,06 %. Peningkatan NIM ini belum dapat menutupi beban atas peningkatan impaiment kredit yang diberikan.

Dilain pihak NPL (Non Performing Loan) gross mengalami penurunan semula pada kuartal I/2014 sebesar 1,84 % menjadi 1,58 % pada kuartal I/2015. Demikian pula halnya dengan NPL net dimana pada kuartal I/2014 sebesar 1,32 % menjadi 0,50 % pada kuartal I/2015. Perubahan penurunan NPL ini secara nilai kredit yang digolongkan NPL mengalami peningkatan sebesar Rp 478 miliar atau 44,39 % menjadi Rp 1.554,76 miliar pada kuartal I/2015 dibanding kuartal I/2014 sebesar Rp 1.076,76 miliar. Perlu diwaspadai juga penurunan kolektibilitas kredit yang digolongkan DPK (Dalam Perhatian Khusus) karena cenderung mengalami peningkatan, pada kuartal I/2015 sebesar 644,07 miliar dan posisi sama tahun 2014 hanya sebesar Rp 338,13 miliar meningkat Rp 305,94 miliar atau 90,47 %.

Kredit yang diberikan pada kuartal I/2015 sebesar Rp 60,72 triliun mengalami peningkatan sebesar Rp 10,45 triliun atau 20,78 % jika dibanding kuartal I/2014 sebesar Rp 50,27 triliun.

Total Asset bank yang sahamnya dimiliki oleh HSBC Holding Plc mencapai Rp 98,23 triliun pada kuartal I/2015 mengalami peningkatan sebesar Rp 12,10 triliun atau 14,04 % jika dibandingkan posisi yang sama tahun 2014 sebesar Rp 86,13 triliun.

Dana pihak ketiga yang berhasil dihimpun berupa giro, tabungan dan deposito mengalami peningkatan sebesar Rp 2,81 triliun atau 5,60 % menjadi Rp 52,91 triliun pada kuartal I/2015, sedangkan kuartal I/2014 sebesar Rp 50,12 triliun.

CAR (Capital Adequacy Ratio) masih terjaga dengan baik di angkat 24,96 % pada kuartal I/2015, sedangkan pada kuartal I/2014 sebesar 23,09 %. LDR (Loan to Deposit Ratio) mengalami peningkatan juga, pada kuartal I/2014 sebesar 97,91 % dan di kuartal I/2015 sebesar 108,39 %. Perlu diwaspadai nilai LDR yang tinggi melebihi 100 % karena akan berpengaruh terhadap likuiditas perusahaan.

Bank yang beroperasi di Indoesia ini sejak tahun 1884 telah berkembang dengan baik. Pada kuartal I/2015 yang perlu diwaspadai adalah nilai absolut NPL yang cenderung meningkat dan kredit yang digolongkan DPK. Apabila tidak dimonitor dengan ketak kecenderungan akan turun kolektibilitasnya menjadi NPL. Tim Bedah Bank Aktual Post akan terus memantau perkembangan dan langkah strategis yang akan diambil oleh pihak Menejement.

Below Article Banner Area

Baca Juga

amnesti_pajak889

Periode I Tax Amnesty Berakhir hari ini, Dirjen Pajak: Kita akan Layani Sampai Selesai

Periode I program Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty bakal berakhir hari Jumat (30/9) ini. Untuk ...