Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Serba - serbi / WA Kiriman Pembaca / Humor Ala Timur Tengah: Kisah Seorang Yahudi dan Penjual Permadani

Humor Ala Timur Tengah: Kisah Seorang Yahudi dan Penjual Permadani

Yahudi

Bangsa Yahudi yang terkenal pelit, menyindir kepelitan warga negaranya yang terjadi di sebuah tempat pelacuran wisata taraf internasional negara tertentu, tepatnya di salah satu kamar yang tertulis ‘lima dolar untuk masuk’ dan ‘lima dolar untuk keluar’.

Alkisah di suatu malam minggu berjimbun-jimbun orang sedang antri di depan kamar tersebut, antrian satu sampai tiga berjalan lancar tanpa kendala apapun.

Akan tetapi, memasuki antrian keempat yang kebetulan giliran orang Yahudi yang sedang masuk kamar sudah sampai dua jam belum juga keluar-keluar. Ada salah seorang antrian yang nyeletuk: “Ah…orang Yahudi ini, pasti kaya dan tidak pelit lagi seperti nenek moyangnya”.

Oleh karena ada seseorang antrian yang sudah tidak tahan lagi menunggu, akhirnya yang bersangkutan berteriak dari luar: “Hai kawan, cepat gantian! Antrian lainnya masih berjimbun di luar.”

Dengan santainya dijawab oleh si Yahudi dari dalam kamar : “Maaf, saya hanya punya lima dolar untuk masuk dan yang lima dolar untuk keluar tidak ada lagi!” Maka bersumpah serapah lah semua orang yang sedang antri di luar.

Dalam kisah lain, ada seorang Arab yang sedang menawarkan permadani: “Permadani cantik, hanya lima ribu real”, kata si penjual itu keras-keras di persimpangan jalan.

Kemudian ada seorang turis yang mendekat dan memegang-megang permadani tersebut, dan katanya: “Permadani bau, kok sampai lima ribu real ! Mahal sekali?”

Dengan marah si penjual permadani itu menimpalinya : “He… b*ngsat, yang bau bukan permadaniku, tapi jubahku yang sudah tiga bulan belum sempat dicuci!”

Below Article Banner Area

Baca Juga

wanita

Sebuah Contoh Akan Pentingnya Sebuah Etika

Dua belas tahun lalu, seorang wanita pergi kuliah di Prancis. Dia harus sambil kerja dan ...