Home / Berita / Nasional / Indonesia Berniat Masuk OPEC Kembali

Indonesia Berniat Masuk OPEC Kembali

OPEC PRODUCTION LEVEL

Setelah keluar dari OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries) pada tahun 2008 silam, kini ada kabar Indonesia berniat kembali gabung menjadi anggota OPEC. Hal ini tercetus dari pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said.

Menurut Sudirman,”Indonesia sudah ditawari untuk kembali aktif di OPEC.Kita negara penting loh. Walaupun kita bukan nett exporter.”

Menteri ESDM optimistis Indonesia bisa kembali menjadi bagian dari Organisasi Negara Eksportir Minyak atau OPEC, setelah pada 2008 lalu memutuskan keluar.

Ada alasan tersendiri, kenapa Indonesia berniat kembali gabung. Menurut Sudirman, Dengan menjadi anggota OPEC bisa menutup celah yang disebut rent seeker.

Menteri ESDM begitu yakin, para pengambil keuntungan tersebut muncul lantaran jarak yang terlalu lebar antara penjual dan pembeli minyak. Tapi begitu dekat, akan lebih baik (keadaannya).

Disamping itu, posisi Indonesia sebagai pembeli tidak akan bisa mengambil benefit dari negara-negara penjual minyak, karena tidak berhubungan secara dekat.

“Namun jika kita bergaul dengan mereka, kalau ada event kita ikuti, kita diskusi dengan mereka tentang arah pasar, akan makin baik,” ujar Sudirman.

Dirinya menjelaskan, kalau syarat untuk bergabung dengan OPEC adalah negara yang bersangkutan harus menyandang status eksportir. Indonesia masih mengekspor gas bumi. Atas dasar itu, ia optimistis Indonesia bisa kembali masuk.

“Sebetulnya kalau ekspor kita masih ekspor sedikit kok. Masih ekspor gas. Jadi, tidak salah-salah amat kalau kita jadi anggota,” ungkap Sudirman hari Kamis (7/5) di Jakarta.

Meski baru sekedar wacana, tapi Menteri ESDM akan ijin terlebih dahulu ke presiden.

“Jika diizinkan Presiden Joko Widodo, untuk permulaan, Indonesia akan menyandang status observer atau pengamat di OPEC,”tutunya.

Barangkali, sambungnya, level keanggotaannya sebagai peninjau atau member nanti kita lihat. Tapi berada di market berinteraksi dengan para produsen besar iru harus dilakukan. Supaya kita tidak ketinggalan.

Sebagai informasi, OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries) didirikan pada 14 September 1960 di Bagdad Irak oleh lima negara yakni Iran, Irak, Kuwait, Arab Saudi, dan Venezuela. Sejak tahun 1965 markasnya bertempat di Wina, Austria. Sekarang jumlah anggotanya 12 negara

Fungsi OPEC diantaranya menyatukan kebijakan perminyakan antara negara-negara anggota, memenuhi kebutuhan dunia akan minyak bumi, menstabilkan harga minyak dunia, dan menentukan kebijakan-kebijakan untuk melindungi negara-negara anggota.

Indonesia sendiri pernah bergabung di OPEC pada tahun 1962 silam. Indonesia sempat mengalami puncak kejayaan di OPEC serta ikut berperan aktif dalam penentuan arah kebijakan OPEC khususnya dalam rangka stabilitas dan harga minyak di pasar internasional.

Tahun 2004 menteri ESDM Indonesia terpilih menjadi Presiden OPEC saat itu dimana Indonesia mencapai puncak kejayaan di dalam OPEC. Tapi Indonesia keluar dari OPEC pada tahun 2008 lalu saat tidak lagi memenuhi target produksi dan menjadi nett importer minyak.

 

 

 

 

Baca Juga

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...