Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Nasional / Indonesia Ikuti Swedia, Kerja 6 Jam Demi Kebahagiaan Rakyatnya?

Indonesia Ikuti Swedia, Kerja 6 Jam Demi Kebahagiaan Rakyatnya?

Pada April 2014 pemerintahan lokal Gothenburg, kota kedua terbesar di Swedia mengumumkan rencana eksperimen waktu kerja 6 jam per hari.

Indonesia Ikuti Swedia, Kerja 6 Jam Demi Kebahagiaan Rakyatnya

Tujuannya adalah untuk memperbaiki keseimbangan dunia bisnis dan kehidupan pribadi seorang pekerja, meningkatkan produktivitas dan memangkas biaya operasional. Sejumlah perusahaan di Swedia telah mengikuti anjuran pemerintah Gothenborg dan mengimplementasikannya. Sejauh ini, waktu kerja 6 jam sehari dinilai sukses.

“Saya rasa waktu kerja 8 jam per hari tidak seefektif yang orang pikir. Untuk tetap fokus dalam pekerjaan tertentu selama 8 jam adalah tantangan besar” ungkap Lindus Feldt, CEO pengembang aplikasi teknologi Filmundus.

Menurut Feldt untuk bertahan bekerja selama 8 jam, seseorang biasanya melakukan hal lain atau berhenti agar pekerjaan itu bisa diselesaikan. Di waktu yang sama, seseorang jadi sulit mengatur kehidupan pribadi di luar pekerjaan. Feldt meminta pegawainya untuk tidak menggunakan media sosial dan hal lainnya dalam aturan waktu kerja 6 jam per hari.

“Kesan saya adalah seseorang bisa lebih fokus mengerjakan pekerjannya dan masih memiliki cukup stamina saat pulang kantor” tambah Feldt.

Sang CEO mengaku para pegawainya menyambut baik aturan terbaru ini, yang sudah dijalankan di Filmundus sejak tahun lalu. Lewat aturan ini, Feldt juga mengatakan karyawannya kini tidak terlihat terlalu lelah dan tidak terlalu banyak konflik atau argumen terjadi di kantor. Selain Filmundus, beberapa perusahaan lain di Swedia sudah menerapkan aturan ini.

Lantas bagaimana di Indonesia? Kebanyakan perusahaan di Indonesia, memberlakukan jam kerja kurang lebih delapan jam. Tentu total jam ini masih harus ditambah waktu tempuh ke rumah dan bila ada macet. Bisa jadi dalam sehari, seseorang akan menghabiskan 50% waktu di luar rumah. Lantas bagaimana ya jika Indonesia mengadopsi peraturan ini, setuju?

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...