Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Nasional / Indonesia Mulai Kewalahan Tampung Imigran

Indonesia Mulai Kewalahan Tampung Imigran

pengungsi rohingya menhuk

Dalam kunjungannya ke penampungan imigran asal Myanmar dan Bangladesh di Hotel Beraspati, Jalan Jamin Ginting, Kilometer 10,2 Medan, Sumatera Utara, hari Minggu (24/5),
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengakui saat ini Indonesia kelabakan untuk menampung imigran.

Oleh karena itu, pemerintah harus menggandeng institusi luar untuk mengurus para imigran.

“Negara kita kelabakan, saat ini mendekati 15 ribu pengungsi, dulunya hanya 11 ribu. Sekarang masih banyak yang belum terselesaikan masalahnya seperti dari Afganistan, sebagian dari Iran, kini Rohingya dan Bangladesh,” ujar Yasonna.

Khusus imigran asal Bangladesh, lanjut Yasonna, saat ini menunggu penyelesaian dokumen, karena hanya itu mereka bisa dikembalikan ke negaranya.

Sementara itu di tempat berbeda, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, mengunjungi imigran di Aceh. Dalam kunjungan kali ini, Kementerian Sosial menyerahkan bantuan untuk pengungsi sebesar Rp 2,3 miliar.

Bantuan itu diserahkan untuk pengungsi yang ditampung di Langsa sebesar Rp 600 juta, Aceh Tamiang Rp 171 juta, Aceh Utara Rp 931 juta dan Aceh Timur sebesar Rp 611 juta.

Di samping itu, Kementerian Sosial juga menyiapkan bantuan berupa matras, selimut, dan lainnya. Sedangkan untuk makanan selama di pengungsian, akan ditanggung oleh IOM.

“Akan disiapkan untuk penampungan selama satu tahun di sini, tetapi IOM akan mempersiapkan makanan tanpa batas,” tutur Khofifah.

Sementara khusus bagi anak-anak, kata Khofifah, sekarang yang dibutuhkan untuk anak-anak adalah trauma healing (penyembuhan trauma). Untuk itu, Kemensos akan membantu meskipun ada kendala bahasa.

Pada bagian lain, Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana menilai kalau pemerintah memiliki tiga opsi yang bisa ditawarkan kepada pengungsi Rohingya.

Pertama, katanya, para pengungsi itu dapat diintegerasikan dengan penduduk setempat. Artinya, mereka dapat menjadi warga Indonesia bila pemerintah Indonesia menerima.

Kedua, masyarakat Rohingya dipulangkan ke Myanmar dengan catatan pemerintah Myanmar mau menerima mereka. Saat ini pemerintah Myanmar sudah bersedia untuk menerima kembali masyarakat Rohingya.

Sementara opsi terakhir adalah masyarakat Rohingya dimukimkan di negara-negara peserta Konvensi Pengungsi atau negara-negara non-peserta yang mau menerima. Masyarakat internasional dapat menekan Australia sebagai negara peserta Konvensi Pengungsi untuk menerima pengungsi Rohingya. Demikian pula dengan negara peserta Konvensi Pengungsi lain.

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...