Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Dunia / Indonesia Resmi Gugat Australia ke WTO Terkait Kemasan Rokok Polos

Indonesia Resmi Gugat Australia ke WTO Terkait Kemasan Rokok Polos

rokok_polos_berita_satu

Indonesia menyatakan ‘perang’ terhadap Australia dengan secara resmi menggugatnya ke Badan Perdagangan Dunia (WTO). Pemicunya, karena Australia menerapkan aturan wajib kemasan rokok polos (plain packaging).

Menurut Dirjen Kerjasama Perdagangan Internasional (KPI) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Bachrul Chairi, Indonesia mengajukan keberatan atas kebijakan Australia yang menerapkan aturan plain packaging.

“Secara tegas, kami bukan menentang pemerintahan Australia membatasi kebijakan umum melindungi kesehatan masyarakat. Yang kami permasalahkan, pihak Australia itu menghilangkan hak dari pemegang paten,” ujar Bachrul.

Lebih lanjut Bachrul menjelaskan bahwa sesuai ketentuan, pemegang hak paten/merek wajib mendaftarkan produknya yang bersangkutan ke pemerintah Australia. Setelah itu, pemerintah Australia berkewajiban melindungi hak merek dan pasar produk. Hal itu juga sudah sesuai dengan hak anggota WTO, di bawah perjanjian Trade-Related Aspects of Intellectual Property Rights (TRIPS).

Tapi, lanjutnya, pada praktiknya, pemerintah Australia mengeluarkan kebijakan kemasan rokok polos. Pemerintah Australia beralasan, aturan kemasan rokok polos untuk melindungi masyarakat Australia dari bahaya rokok terutama yang berbasis tembakau.

Kebijakan ini jelas-jelas merugikan Indonesia dan produsen rokok dari negara lainnya. Bachrul juga menegaskan, Australia telah melanggar TRIPS. Tetapi pada keterangannya kepada WTO, Australia merasa tidak melanggar TRIPS dengan alasan melindungi masyarakatnya dari bahaya menkonsumsi tembakau.

Pengajuan gugatan kasus ini sudah dilakukan sejak tahun 2012 dan berlanjut hingga 2015. Di awal bulan Juni 2015, pemerintah Indonesia sudah menyelesaikan sidang dengar pendapat perdana yang menghadirkan penggugat (Indonesia), tergugat (Australia), dan panelis di kantor WTO di Jenewa, Swiss. Setelah itu, sidang dengar pendapat kedua bakal dilaksanakan pada bulan Agustus 2015 dan Indonesia harus menunggu hasil putusan sidang 9 bulan ke depan.

Apa yang dilakukan Indonesia atas kebijakan kemasan rokok polos (plain packaging) Australia di Badan Perdagangan Dunia (WTO) ternyata mendapatkan perhatian banyak negara. Tidak hanya Indonesia, sebanyak 36 negara juga terlibat baik langsung maupun tidak dalam kasus ini.

Disamping 36 negara lain yang terlibat, terdapat tiga anggota WTO lainnya yang mengikuti jejak yang sama dengan Indonesia. Yaitu menggugat kebijakan yang diberlakukan Australia terkait kemasan rokok ini. Ketiga negara tersebut adalah Honduras, Republik Dominika, dan Kuba.

Awalnya ada 5 negara mengajukan permohonan, tetapi Ukraina mengundurkan diri dengan alasan yang tidak bisa dibuka. Jadi tinggal 4.

Menurut Bachrul, dari 36 negara, yang memberikan submisinya (pendapat/pilihan) ada 20 negara. Komposisinya 8 negara mendukung persepsi Indonesia, 7 negara itu memihak Australia dan sisanya 5 negara ada di tengah-tengah.

 

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

Bintang Tamu Ini Bercinta di Depan Penonton Saat Siaran Langsung

Sebuah video merekam aksi dua bintang tamu berbaring di lantai di sebuah studio TV saat ...