Home / Berita / Nasional / Ini Alasan Logis Jokowi Tolak Kereta Cepat Jepang & Tiongkok

Ini Alasan Logis Jokowi Tolak Kereta Cepat Jepang & Tiongkok

Ini Alasan Logis Jokowi Tolak Kereta Cepat Jepang & Cina

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menolak proposal proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang diajukan oleh China dan Jepang. Dalam keterangannya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menjelaskan secara detail mengenai hasil pembahasan antara Tim Penilai dengan Presiden Jokowi perihal kereta cepat yang disampaikan Kamis siang 3 September 2015.

Darmin Nasution menegaskan keputusan Jokowi pertama adalah pembangunan kereta cepat tidak boleh menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) langsung maupun tidak langsung. Baik dalam bentuk dana maupun suntikan modal melalui Penyertaan Modal Negara (PMN), serta penjaminan dari pemerintah.

Darmin menuturkan, jarak Jakarta-Bandung sekira 150 Kilometer (Km) membutuhkan 5 stasiun sampai 8 stasiun. Walau Shinkansen melesat dengan kecepatan 300 Km per jam, diakuinya tidak akan pernah bisa mencapai kecepatan maksimum itu karena perlu waktu tempuh 14 menit.

Jadi disimpulkan Darmin, kereta belum sampai kecepatan penuh sudah mulai harus direm sehingga kecepatan paling mentok 200 Km-250 Km per jam. Namun dengan kereta berkecepatan sedang, jarak tempuh hanya akan melambat 10 menit sampai 11 menit dari kereta cepat. Biaya investasinya bisa 30 persen-40 persen lebih murah dibanding membangun kereta Shinkansen.

“Keputusan Presiden adalah kalau begitu jangan kereta cepat. Cukup kereta kecepatan menengah yang melesat dengan kecepatan 200 Km-250 Km per jam” pungkas Darmin.

Baca Juga

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...