Home / Berita / Nasional / Ini Daftar 10 Pengacara yang Tersangkut Suap & Korupsi, OC Kaligis Salah Satunya!

Ini Daftar 10 Pengacara yang Tersangkut Suap & Korupsi, OC Kaligis Salah Satunya!

Daftar 10 Pengacara yang Tersangkut Suap Korupsi, OC Kaligis Salah Satunya

Ditangkapnya OC Kaligis oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu yang lalu, tentu saja menambah panjang daftar pengacara yang terjerat Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor). Berdasarkan informasi dari Indonesia Corruption Watch (ICW), berikut ini daftar 10 nama pengacara yang tersangkut suap & korupsi.

Tengku Syaifuddin Popon

Kasusnya terungkap di tahun 2005. Tengku diketahui melakukan suap terhadap pegawai Pengadilan Tinggi Tipikor sebesar Rp 250 juta. Perkara ini terkait dengan kasus korupsi yang melibatkan Mantan Gubernur Aceh Abdullah Puteh. Ia akhirnya divonis hukuman 2 tahun 8 bulan.

Harini Wijoso

Advokat ini dilaporkan tersandung kasus suap pada tahun 2005. Harini menyuap pegawai Mahkamah Agung (MA) dan Hakim Agung terkait dengan kasus yang melibatkan Probosutedjo dalam kasus korupsi Hutan Tanaman Industri. Oleh MA ia dijatuhi vonis tiga tahun penjara dan denda Rp 100 juta.

Manatap Ambarita

Manatap dilaporkan menghalang-halangi proses pemeriksaan yang dilakukan oleh Kejaksaan terhadap tersangka korupsi penyalahgunaan sisa anggaran Tahun 2005 yang dilakukan Dinas Kimpraswil Kabupaten Kepulauan Mentawai, Afner Ambarita. Pengadilan Negeri Padang menjatuhkan vonis 1,5 tahun penjara dan diperkuat Pengadilan Banding Sumbar.

Pada tahun 2010 MA menjatuhkan vonis 3 tahun penjara, menyatakan Manatap Ambarita terbukti secara sah bersalah melakukan tindak pidana mencegah dan merintangi secara langsung dalam penyidikan. Namun seperti yang dilansir Republika, tahun 2012 masuk dalam Daftar Pencarian Orang dan dinyatakan buron oleh Kejaksaan Negeri Mentawai. Hingga kini proses hukum selanjutnya tidak jelas.

Lambertus Palang Ama

Lambertus diduga terlibat dalam kasus Gayus Halomoan Tambunan pada tahun 2010. Ia divonis PN Jakarta Selatan selama tiga tahun penjara ditambah denda Rp 150 juta. Lambertus terbukti membantu merekayasa asal-usul uang Rp 28 miliar milik Gayus. Uang itu diblokir penyidik Bareskrim Polri lantaran diduga hasil tindak pidana saat bekerja di Direktorat Jenderal Pajak.

Adner Sirait

Advokat ini ditetapkan pada tahun 2010 menyuap Hakim Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara, Ibrahim terkait perkara sengketa tanah seluas 9,9 hektar di Cengkareng Jakarta Barat. Kasus ini bersengketa dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ia divonis Pengadilan Tipikor 4 tahun 6 bulan dan denda Rp 150 juta.

Haposan Hutagalung

Tahun 2011 ia diduga terlibat dalam mafia kasus Gayus Halomoan Tambunan serta suap kepada pejabat di Bareskrim Polri. Ia kemudian divonis MA 12 tahun penjara ditambah denda Rp 500 juta.

Mario C Bernardo

Kasus penberian uang atau suap yang disangkakan pada Mario pada tahun 2013 di tingkat kasasi. Ia ditangkap KPK setelah sebelumnya menyerahkan uang kepada pegawai MA, Djody Supratman. Alhasil ia divonis Pengadilan Tipikor Jakarta dengan pidana penjara selama 4 tahun dan denda Rp 200 juta.

Susi Tur Andayani

Tahun 2014 adalah tahun kelam bagi Susi. Susi diduga menjadi perantara suap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) M. Akil Mochtar dalam sejumlah kasus sengketa Pilkada. Akibatnya ia divonis lima tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta dan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.  Namun melalui putusan kasasi hukumannya bertambah menjadi tujuh tahun penjara.

Yagari Bhastara Guntur alias Gerry

Sebagai pihak yang terkait dengan kasus OC Kaligis, Gerry tertangkap tangan tengah memberikan sejumlah uang bagi hakim PTUN Medan. Ia akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dan masih dalam proses penyidikan dan ditahan.

OC Kaligis

OC Kaligis ditetapkan sebagai tersangka suap di kalangan advokat, ia diduga melakukan suap kepada Hakim dan Panitera PTUN Medan. Saat ini statusnya masih sebagai tersangka dan dalam proses penyidikan.

Baca Juga

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...