Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Headline / Ini Dia, Alasan 4 Kepala Daerah Mengundurkan Diri Jelang Pilkada Serentak

Ini Dia, Alasan 4 Kepala Daerah Mengundurkan Diri Jelang Pilkada Serentak

pilkada serentak

Jelang pelaksanaan Pilkada Serentak, ada 4 kepala daerah yang mengundurkan diri secara tiba-tiba. Mereka adalah Walikota Pekalongan Basyir Ahmad, Bupati Ogan Ilir Mawardi Yahya, Bupati Kutai Timur Isran Noor, dan Wakil Walikota Sibolga Marudut Situmorang.

Baik Wapres Jusuf Kalla maupun Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo sendiri tidak setuju dengan pengunduran mereka. Menurut Wapres JK, pengunduran diri sang kepala daerah berarti tidak menghormati amanah rakyat. Mereka kan minta amanah, dan rakyat kasih amanah. Jangan potong di tengahlah amanah ini.

Sedangkan Mendagri Tjahjo Kumolo menuturkan bahwa mereka dikontrak politik lima tahun, kecuali dia berhalangan tetap. Ini tidak berhalangan, tapi mereka mengundurkan diri, kan tidak baik.

Lalu apa sih sebenarnya alasan ke-4 kepala daerah mengundurkan diri? Apa memang sengaja karena ada kerabatnya yang maju mencalonkan diri di Pilkada Serentak? Berikut rangkumannya yang berhasil dikumpulkan Aktualpost dari berbagai sumber :

Walikota Pekalongan Basyir Ahmad
Jabatan sebagai Walikota Pekalongan sebenarnya masih diduduki sampai Agustus 2015 nanti. Namun, Basyir Ahmad sudah mengundurkan diri sebelum habis waktunya.

“Saya telah mengajukan surat pengunduran diri secara resmi kepada pimpinan DPRD Kota Pekalongan dan menunggu pembebasan jabatan pada sidang paripurna sebelum diajukan kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo,” ujar Basyir.

Dirinya, membantah langkah mundur ini demi memuluskan agenda Partai Golkar yang akan mencalonkan istrinya, Balqies Diab sebagai Walikota Pekalongan pada Pilkada 2015.

“Yang jelas, ada kegiatan yang harus dikerjakan dan tidak mungkin dilakukan apabila masih menjabat sebagai walikota,” jelasnya.

Bupati Ogan Ilir Mawardi Yahya
Masa jabatan Bupati Ir H Mawardi Yahya sebenarnya berakhir pada 22 Agustus 2015. Tapi sebelum waktunya, Mawardi mengundurkan diri.

“Saya mundur sebagai bupati bukanlah karena masalah. Karena saya akan memberikan ruang kepada keluarga saya untuk menjadi salah satu peserta calon bupati Ogan Ilir periode 2016-2021,” ujarnya.

Anggota keluarga yang dimaksud Bupati tenyata putranya AW Noviadi Mawardi yang akan mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) OI sebagai calon bupati.

Bupati Kutai Timur Isran Noor
Masa jabatan Isran Noor sebagai Bupati Kutai Timur sebenarnya masih sampai Februari 2016. Tapi sebelum berakhir, Isran menyatakan diri mundur dari jabatannya sebagai Bupati Kutai Timur.

Isran Noor mengaku hal itu dilakukan karena akan melanjutkan pengabdiannya sebagai dosen di Monash University, Australia.

“Saya ingin belajar dan memberikan kuliah di Monash University, Melbourn, Australia,” tutur Isran Noor.

Menurut Isran, menjadi dosen di Monash University bukanlah alasan utama dirinya mundur sebagai Bupati, tapi semata-mana ingin mengabdikan diri di dunia pendidikan kembali seperti dulu.

Namun demikian, kabar terakhir didapat kalau ternyata Isran Noor dipercaya menduduki sebagai Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) menggantikan Sutiyoso.

Wakil Walikota Sibolga Marudut Situmorang
Marudut Situmorang posisinya sebagai Wakil Walikota Sibolga akan berakhir pada Agustus 2015. Tapi dirinya menyampaikan pengunduran diri sebelum berakhir jabatannya.

“Ini murni untuk memberikan ruang fair play kepada pihak – pihak yang mau bertanding mencalonkan diri sebagai kepala daerah dan wakil kepala daerah. Sehingga tidak ada persepsi orang kepada saya memanfaatkan jabatan untuk membantu atau mendukung seseorang,” ujarnya.

Pengunduran dirinya sendiri terkait pencalonan istrinya Memory Evalina Panggabean SH MHum, di beberapa partai politik sebagai calon Wali Kota Sibolga pada Pilkada Desember 2015 nanti.

Ditambahkan olehnya, istrinya Memory Evaulina Panggabean maju sebagai bakal calon Wali Kota Sibolga, tidak direncanakan, tapi atas permintaan masyarakat yang menginginkan Kota Sibolga lebih maju dan sejahtera. Dan bukan atas permintaan keluarga atau dorongan pribadi yang haus jabatan.

 

 

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

demo-ahok-4-november-ini-reaksi-nu-muhammadiyah

Demo Ahok 4 November, Ini Reaksi NU & Muhammadiyah

Nadlatul Ulama (NU) maupun Muhammadiyah mengaku tak bisa menolak aksi demo 4 November 2016, namun ...