Home / Berita / Serba - serbi / Artikel / Ini Harapan Risma ke Mahasiswa yang Dapat Beasiswa

Ini Harapan Risma ke Mahasiswa yang Dapat Beasiswa






Surabaya – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menginginkan beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa membawa kesuksesan. Itu diungkapan saat pengarahan kepada mahasiswa-mahasiswi asuh UPTD Pondok Sosial (Ponsos) Kalijudan, yang menerima beasiswa dari Pemkot Surabaya.

Dalam sambutannya, Wali Kota Risma mengatakan pemberian beasiswa bertujuan agar mahasiswa berhasil dan kelak mampu mengangkat martabat orang tua, keluarga, Kota Surabaya dan bangsa Indonesia.

Menurut Risma, tantangan ke depan jauh lebih berat, karena setelah lulus akan bersaing dengan anak-anak di dunia. Oleh karenanya, wali kota meminta kepada anak-anak untuk tidak melewatkan kesempatan ini.

“Jangan disia-siakan, harus belajar apapun bukan hanya di dalam kampus tetapi di luar kalian bisa mendapatkan pengalaman apapun. Jangan hanya cari nilai dan dapat ijazah lalu selesai. Wujudkan pengalaman dan kesuksesan dengan sebenar-benarnya,” tegas Risma di UPTD Liponsos Kalijudan, Sabtu (23/9/2017).

Dengan adanya beasiswa ini, Risma berharap agar anak-anak mau belajar ilmu apapun, tidak hanya berfokus pada bidangnya saja. Sebab, kata dia, tidak ada ilmu yang tidak berguna. Dan kelak anak-anak inilah yang akan menjadi penerus Kota Pahlawan dan Bangsa Indonesia.

“Saya tidak ingin kalian jadi penonton di kotanya sendiri, tapi kalian harus menguasai kota ini. Jangan jadi biasa jika kalian bisa melakukan yang luar biasa,” pungkas Wali Kota sarat akan prestasi itu.

Sementara Kepala UPTD Ponsos Kalijudan dan Kampung Anak Negeri Erni Lutfiyah mengatakan, sebanyak 374 anak asuh UPTD Ponsos Kalijudan lolos seleksi. Namun setelah difilter lebih dalam, diputuskan hanya 357 kuota beasiswa yang diberikan.

“Berdasarkan hasil survei yang dilakukan teman-teman, 17 anak yang tidak jadi diberi beasiswa karena mereka berasal dari keluarga yang tergolong mampu, padahal kita kan pengennya anak yang benar-benar tidak mampu,” kata Erni saat ditemui di ruang kerjanya.

Erni menjelaskan, selain mendapat beasiswa, mahasiwa-mahasiswi ini juga mendapat uang transport sebesar Rp 400 ribu per bulan dan Uang Kuliah Tunggal (UKT) maksimal sebesar Rp 3 juta.

“Khusus untuk pembayaran UKT melebihi Rp 3 juta, sisanya akan ditanggung mereka sendiri,
sebaliknya jika UKT yang mereka bayar hanya Rp 500 hingga Rp 1 juta, kelebihan tersebut akan kita kembalikan ke kas negara,” jelasnya.

Dari 357 kuota itu, jelas Erni, sebanyak 261 kuota untuk program sarjana di perguruan tinggi negeri. Sedangkan tingkat pendidikan program diploma dihuni 96 anak.

“Untuk program sarjana di perguruan tinggi negeri terdiri dari ITS (16 orang), UNAIR (65 orang), UNESA (95 orang), UINSA (48 orang) dan UPN (37 orang). Sementara untuk program diploma terdiri ITS (21 orang), UNAIR (39 orang), UNESA (6 orang) dan POLTEKES (31 orang),” tandas Erni.

(fat/fat)


Source link

Baca Juga

Pansus Terorisme Kunker ke AS, Apa yang Dikerjakan?

Jakarta – Pansus RUU Terorisme ternyata sempat melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat. Apa yang ...