Home / Berita / Dunia / Ini Jawaban dari Kemenlu RI, Soal Jadi Buronan Tapi Presiden Sudan Hadiri KTT OKI di Jakarta

Ini Jawaban dari Kemenlu RI, Soal Jadi Buronan Tapi Presiden Sudan Hadiri KTT OKI di Jakarta

bashir_sudan_

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nassir mengungkapkan bahwa Pemerintah Indonesia tidak mempermasalahkan kalau Presiden Sudan, Omar al-Bashir Menghadiri KTT Luar Biasa ke-5 OKI di Jakarta meski sedang dirundung masalah hukum.

Ditambahkan oleh Nassir, Pemerintah Indonesia juga tidak bisa mencampuri urusan antara Presiden Sudan dengan Pengadilan Pidana Internasional (ICC). Sebab, Indonesia bukanlah pihak dari ICC.

“Kami bukanlah pihak negara ICC,” kata Nassir di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (7/3).

Nassir juga menambahkan kalau hingga kini Pemerintah Indonesia belum mendapatkan permintaan dari ICC untuk melakukan ekstradisi terhadap Presiden Sudan.

“Kami melihat permasalahan yang dihadapi kepala negara dengan ICC itu masalah yang dia langsung hadapi ke ICC, bukan ke kami. Kami bukan negara pihak dari ICC jadi kami tidak memiliki Undang-Undang secara nasional yang memungkinkan,” ujarnya.

Lagipula, sambung Nassir, Sudan adalah negara Anggota OKI, sehingga sudah seharusnya Pemerintah Indonesia mengundang delegasi Sudan untuk mengikuti KTT Luar Biasa OKI.

Seperti diketahui, kalau Presiden Sudan Omar al-Bashir merupakan buron Pengadilan Pidana Internasional (ICC) atas tuduhan melakukan genosida.

Pemerintah AS prihatin pada Pemerintah Indonesia yang telah menerima dan menyambut Presiden Sudan itu dalam forum KTT Luar Biasa OKI di Jakarta.

 

Baca Juga

KPK Perpanjang Masa Tahanan Hakim Dewi Terkait Korupsi Dagang Perkara

Jakarta – KPK melakukan perpanjangan masa penahanan hakim Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri (PN) ...