Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Bisnis / Artikel / Ini Penjaminan LPS Untuk Simpanan di Bank

Ini Penjaminan LPS Untuk Simpanan di Bank

Persaingan antar bank saat ini sangat ketat, semua bank berlomba-lomba untuk mengumpulkan dana dari masyarakat baik berupa giro, tabungan atau deposito. Biasanya masyarakat banyak tertarik menempatkan dalam bentuk deposito karena bunganya lebih tinggi dibandingkan giro dan tabungan. Apalagi banyak bank yang menawarkan special rate untuk penempatan dalam bentuk deposito.

Berbagai pertanyaan sering dilontarkan apakah cukup aman dengan menempatkan dana dalam bentuk deposito dengan tingkat suku bunga yang tinggi. Apa saja yang harus diperhatikan dan dipertimbangan untuk menempatkan dana dalam sebuah bank baik dalam bentuk giro, tabungan dan deposito.

Produk simpanan yang di tawarkan bank biasanya dalam bentuk giro, tabungan dan deposito dengan penjelasan umum sebagai berikut :
a. Giro
Rekening giro biasanya digunakan untuk transaksi usaha bisa atas nama perorangan atau badan usaha serta yayasan, untuk transaksi diberikan fasilitas cek dan giro bilyet, namun tingkat suku bunganya rendah.
b. Tabungan
Rekening tabungan biasanya digunakan oleh peroangan, pengambilan dan penyetoran mudah, banyak tersedian ATM dan diberikan beberapa fasilitas kemudahan lainnya seperti fasilitas internet banking, sms banking, namun tingkat suku bunga rendah.
c. Simpanan Berjangka atau Deposito
Deposito memiliki suku bunga tinggi, ada jangka waktu penempatannya, tidak bisa setiap saat ditarik, jika penempatan deposito di break atau diputus maka akan dikenakan pinalti yang besar oleh pihak bank. Untuk memperoleh pendapatan bunga yang besar maka penempatan dalam deposito adalah pilihan yang cukup bijak.

Penentuan pemilihan produk yang ditawarkan oleh bank tergantung dari pemilik dana tentunya, disesuaikan dengan kebutuhannya. Semua produk yang ditawarkan perbankan adalah sama cuma perbedaannya adalah pelayanan dan fasilitas yang tersedia pada produk perbankan tersebut.

Kadang sebuah bank menawarkan special rate untuk penempatan dana khususnya dalam bentuk deposito. Sebagai acuan mengenai tingkat suku bunga,  biasanya perbankan berpatokan pada BI Rate yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia. Besarnya BI Rate dapat dilihat di situs Bank Indonesia.

Sedangkan tingkat suku bunga penjaminan LPS adalah sbb :

 

 

 

 

Pada setiap pemberian special rate maka yang harus diperhatikan adalah : apakah special rate tersebut berada di atas tingkat suku bunga penjaminan yang ditetapkan oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan). Apabila suku bunga yang ditawarkan melampaui suku bunga yang ditetapkan LPS maka dana yang ditempatkan di deposito tersebut tidak dijamin pengembalian pokok maupun bunganya oleh LPS, apabila bank tersebut dinyatakan ditutup atau dilikuidasi.

Namun apabila masih dibawah bunga penjaminan LPS maka masih ada kemungkinan diganti oleh LPS tergantung syarat dibawah ini.
1. Simpanan nasabah tercatat dalam pembukuan bank;
2. Nasabah tidak memperoleh bunga simpanan yang melebihi tingkat bunga wajar yang ditetapkan oleh LPS/nasabah tidak menerima imbalan yang tidak wajar dari bank; dan
3. Nasabah tidak melakukan tindakan yang merugikan bank, misalnya memiliki kredit macet di bank tersebut.

Selain itu LPS juga membatasi nilai simpanan yang ditempatkan yaitu maksimal sebesar Rp 2 miliar per nasabah per bank sejak tanggal 13 Oktober 2008. Apabila seorang nasabah mempunyai beberapa rekening simpanan pada satu bank, maka untuk menghitung simpanan yang dijamin, saldo seluruh rekening tersebut dijumlahkan.

Nilai simpanan yang dijamin tersebut meliputi pokok ditambah bunga untuk bank konvensional, atau pokok ditambah bagi hasil yang telah menjadi hak nasabah untuk bank syariah.

LPS hanya akan menjamin pembayaran simpanan nasabah tersebut sampai jumlah Rp 2 miliar. Sedangkan jumlah simpanan di atas Rp 2 miliar akan diselesaikan oleh Tim Likuidasi berdasarkan hasil likuidasi kekayaan bank.

Berikut adalah contoh perhitungan dana yang diganti oleh LPS :

Asep, Badu & Cita masing-masing mempunyai tabungan atas nama pribadi di Bank ABC dengan saldo masing-masing sebesar Rp 1,20 miliar, Rp 1,40 miliar & Rp 1,80 miliar. Selain itu, Asep, Badu & Cita juga mempunyai rekening gabungan (joint account) dalam bentuk giro di Bank ABC dengan saldo sebesar Rp 3 miliar (masing-masing share Rp 1 miliar). Sehingga jumlah dana Asep Rp 2,20 miliar, Badu Rp 2,40 miliar dan Cita Rp 2,80 miliar.

Asep juga memiliki 1 rekening tabungan untuk kepentingan anaknya yang masih kecil bernama Dona (beneficiary) dengan saldo sebesar Rp 80 juta.

Apabila Bank ABC dicabut ijin usahanya dan jumlah yang dijamin adalah Rp 2 miliar, maka perhitungan nilai simpanan yang dijamin untuk masing-masing nasabah tersebut adalah sebagai berikut:

LPS akan membayar klaim penjaminan atas simpanan yang dijamin sebesar:
a. Rp 2 miliar kepada Asep;
b. Rp 2 miliar kepada Badu;
c. Rp 2 miliar kepada Cita; dan
d. Rp 80 juta kepada Asep untuk kepentingan Dona.

Untuk nasabah penyimpan yang sebagian saldo rekeningnya tidak dibayarkan oleh LPS karena saldo simpanannya telah melebihi jumlah maksimum simpanan yang dijamin, LPS akan menerbitkan Surat Keterangan mengenai saldo rekening yang tidak dibayarkan tersebut, yaitu:
a. Asep, saldo yang tidak dibayar sebesar Rp 200 juta
b. Badu, saldo yang tidak dibayar sebesar Rp 400 juta
c. Cita, saldo yang tidak dibayar sebesar Rp 800 juta

Penyelesaian atas saldo rekening yang tidak dibayar tersebut, dilakukan dengan mekanisme likuidasi dan akan diselesaikan melalui proses likuidasi Bank ABC.

Penentuan bank yang akan dipilih dalam menempatkan dana tentunya menjadi pertimbangan tersendiri karena salah menempatkan dana pada bank yang sedang menghadapi masalah maka kemungkinan dana kembali menjadi sangat sulit. Biasanya bank yang menawarkan suku bunga tinggi (special rate) sedang mengalami kekurangan likuiditas. Sehingga untuk meningkatkan likuiditas bank harus mencari dana segar yang ada di masyarakat dengan cara meningkatkan suku bunga atau memberikan special rate maka diharapkan dana segar lebih banyak masuk.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menempatkan dana ke dalam sebuah bank diantaranya adalah dengan melihat laporan keuangan publikasi biasanya setiap kuartal seluruh lembaga keuangan harus menyampaikan di media massa terutama koran. Laporan Keuangan bank bisa dicari melalui situs bank tersebut atau di situs Bank Indonesia dan OJK. Lalu bagaimana menilai sebuah bank dari laporan keuangannya simak artikel selanjutnya.

Below Article Banner Area

Baca Juga

demo-ahok-4-november-ini-reaksi-nu-muhammadiyah

Demo Ahok 4 November, Ini Reaksi NU & Muhammadiyah

Nadlatul Ulama (NU) maupun Muhammadiyah mengaku tak bisa menolak aksi demo 4 November 2016, namun ...