Home / Headline / Ini Trik Sandiaga Uno Kejar Elektabilitas Ahok!

Ini Trik Sandiaga Uno Kejar Elektabilitas Ahok!

“Caranya sangat mudah, sosialisasi, dengar asprasi, dengar harapan mereka” kata Sandiaga Uno, Minggu (21/8/2016). 

Ini Trik Sandiaga Uno Kejar Elektabilitas Ahok!

Seperti yang diketahui jika bakal calon gubernur DKI dari Gerindra, Sandiaga Uno terus berupaya mengejar ketertinggalan elektabilitas dan popularitasnya dari Basuki Tjahaja Purnama. Meski dianggap sulit, namun sandiaga optimis bisa menyaingi Ahok. Lantas bagaimana caranya?

“Caranya sangat mudah, sosialisasi, dengar asprasi, dengar harapan mereka” kata Sandiaga di kawasan Kanal Banjir Timur Jakarta Timur, Minggu (21/8/2016).

Hasil penelitian sejumlah lembaga survei memang menempatkan Ahok sebagai kandidat terkuat cagub DKI. Terakhir adalah hasil sigi Lembaga survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) yang dirilis pada, Kamis (18/8/2016) pekan lalu.

Sandiaga dalam survei KedaiKOPI disebut memiliki elektabilitas 3,5 persen, bersaing dengan mantan Menko Maritim Rizal Ramli.  Sandiaga mengaku sudah 15 tahun lebih aktif dalam kegiatan lari yang saat efektif menjadi sarana sosialisasi dengan masyarakat.

“Saya sudah 15 tahun lebih, Ini merupakan cara efektif untuk menyapa masyarakat. Hari ini kita menyapa warga Jakarta di BKT, kita berhenti di Pasar Klender” tambah Sandiaga.

Baca Juga

Gelombang Pengungsi Rohingya Tak Kunjung Berhenti

detikFlash Ribuan warga Rohingya kembali melintasi perbatasan Myanmar-Bangladesh pada Senin (16/10). Mereka bergabung dengan 536.000 pengungsi yang ...

2 comments

  1. perlahan tapi pasti bang sandi uno merebut hati warga jakarta. maju terus sandi uno demi jakarta yang santun dan sejahtera

  2. Harapan gua tahun depan adalah punya Gubernur baru

    Gubernur yang bisa mengorangkan orang.

    Bukan dia yang mencitrakan dirinya bersih taunya korupsi – korupsi juga

    Bukan dia yang janji tidak akan menggusur tapi menata kawasan kumuh taunya digusur juga

    Jadi anda Gubernurnya warga Jakarta atau pengembang?