Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Inilah Kronologis Penangkapan Ketua dan Hakim PTUN Medan

Inilah Kronologis Penangkapan Ketua dan Hakim PTUN Medan

 

Ketua Hakim PTUN Medan Tripeni Irianto Putro
Ketua Hakim PTUN Medan Tripeni Irianto Putro

Medan – Humas PTUN Medan  Sugianto SH  menjelaskan kalau ia telah melakukan komunikasi dengan petugas KPK yang melakukan operasi tangkap tangan terhadap sejumlah hakim PTUN Medan di sebuah lokasi. Sugianto memastikan kalau yang diamankan KPK itu adalah  Ketua PTUN Medan Tripeni Irianto Putro  bersama hakim anggota,  yaitu Amir fauzi dan Dermawan Ginting,  serta seorang panitera bernama Samsir Yuspan.

Selain nama-nama itu, juga ada seorang pengacara  yang bertugas untuk kantor pengacara OC Kaligis di Jakarta. Namun ia tidak tahu identitas pengacara tersebut, karena berdasarkan salinan kuasa hukum dari kasus yang ditangani,  terdapat enam nama pengacara. “Yang mana yang ditahan, saya tidak tahu,” katanya. Namun ia memastikan kalau pengacara itu bertugas untuk kantor OC Kaligis & Associates.

Kasus itu sendiri  berawal dari permohonan pemohon atas nama Ahmad Fuad Lubis,  mantan Kepala Bendahara Umum Pemprov Sumut yang menggugat Kejati Sumut dalam kasus tuduhan penyalahgunaan wewenang. Perkara ini sebenarnya sudah diputus,  dan permohonan dari pemohon telah dikabulkan sebagian.

Dalam menangani kasus ini, Ketua PTUN Medan Tripeni Irianto Putro bertindak sebagai ketua majelis. Ia didampingi dua hakim anggota  Amir fauzi dan Dermawan Ginting serta panitera, Samsir Yuspan. Pengacara yang membela Ahmad Fauzi terdiri dari enam orang, semuanya berasal dari kantor pengacara OC Kaligus di Jakarta.

Tidak lama setelah kasus ini diputuskan, ternyata para hakim yang mengani kasus itu melakukan pertemuan dengan salah seorang pengacara dari OC Kaligis tersebut di sebuah mall pada Kamis pagi (9/7).  Di sinilah konspirasi mereka mulai terkuak, sebab pertemuan itu berkaitan dengan penyerahan sejumlah uang.

Tidak disangka, KPK rupanya telah mengendus gerak gerik mereka. Penggerebekan dilakukan sekitar pukul 11.00 wib saat transaksi berjalan.   Tripeni Irianto dan rekan-rekannya tak bisa lagi berkata apa-apa. Mereka hanya pasrah, apalagi petugas KPK juga menyita sejumlah uang dari penggerebekan itu.

Lima orang yang diamankan itu sempat menjalani pemeriksaan awal kantor Polsek Sunggal sebelum dibawa ke kantor PTUN Medan untuk mendapatkan sejumlah dokumen yang dibutuhkan.  Pada sore harinya pemeriksaan dilanjutkan disebuah hotel di Medan.

Selama dalam pengamana petugas KPK, Tripeni Irianto Putro hanya bisa bungkam. Wajahnya pucat. Ia berupaya Menolak setiap pertanyaan yang dilontarkan wartawan.   KPK berjanji akan menyampaikan kasus ini ke publik dalam waktu dekat ini. ***

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...