Home / Berita / Nasional / Inpres PPK dikeluarkan Presiden Jokowi

Inpres PPK dikeluarkan Presiden Jokowi

jokowi kwluarkan inpres 2

Presiden Joko Widodo hari Selasa (26/5) ini mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 7 tahun 2015 tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi (PPK) tahun 2015 di Kantor Bappenas, Jakarta.

Presiden mengungkapkan,”Untuk memberantas korupsi, kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah harus membangun sistem pengawasan yang baik, terutama dalam pengadaan barang dan jasa.”

Membangun sistem yang baik dan efektif, sambungnya, banyak mengurangi korupsi

Dijelaskan olehnya, pengadaan barang dan jasa dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah mencapai Rp 1.000 triliun. Sementara pengadaan barang dan jasa di Badan Usaha Milik Negara sebesar Rp 1.600 triliun sehingga totalnya menjadi Rp 2.650 triliun.

Oleh karena itu, untuk melakukan pengawasan, Jokowi meminta agar sistem elektronik seperti e-budgeting, e-purchasing, hingga pajak online dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin.

Di dalam Inpres ini sendiri dirumuskan 96 butir aksi PPK yang harus dilaksanakan selama tahun 2015. Di dalam penyusunan Inpres ini melibatkan kementerian, kelembagaan, hingga pegiat antikorupsi.

Untuk pengawasannya, Presiden Jokowi telah menunjuk tiga kementerian dan lembaga, yaitu Kementerian Percepatan Pembangunan Nasional, Kementerian Dalam Negeri, dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan.

Sementara itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago menuturkan,”Proses pengawasan pelaksanaan aksi PPK akan dilakukan secara tiga bulanan. Untuk memastikan optimalnya pemantauan akan dilakukan triwulan dalam sistem monitoring online untuk verifikasi sesuai data yang disampaikan.”

Dengan adanya Inpres, sambung Andrinof, pemerintah melalui berbagai lembaga dan instansi bertekad secara sungguh-sungguh melakukan langkah signifikan untuk mencapai upaya pemberantasan korupsi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Baca Juga

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...