Home / Berita / Dunia / Iran Lepas Dikriminasi, Tunjuk Dubes Perempuan Pertama Sejak 1979

Iran Lepas Dikriminasi, Tunjuk Dubes Perempuan Pertama Sejak 1979

afkham

Untuk pertama kalinya sejak Revolusi Islam pada tahun 1979, akhirnya Iran menunjuk Duta Besar (Dubes) perempuan. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Marzieh Afkham diangkat menjadi Dubes untuk Malaysia, demikian diumumkan oleh Kementerian Luar Negeri Iran pada Minggu (8/11) silam.

“Memilih Afkham sebagai Dubes hanya membutuhkan beberapa menit, tapi menunjuk penerusnya membutuhkan empat bulan,” ujar Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif, sebagaimana dilansir AFP, Senin (9/11).

Zarif memuji Afkham yang menurutnya telah menjalankan tugasnya sebagai jubir dengan keberanian, kehormatan, dan wawasan yang luas. Di lain pihak, Afkham, diplomat karier yang juga menjadi perempuan pertama yang menduduki jabatan jubir Kemenlu Iran memuji Zarif yang berani mengambil keputusan dengan menunjuk dirinya sebagai Dubes.

Kabar mengenai penunjukkan Afkham untuk mengisi pos Dubes telah beredar sejak April 2015 lalu, tetapi laporan-laporan itu belum bisa dikonfirmasi hingga kemarin. Posisi perempuan berusia 50 tahun itu sebagai jubir Kemenlu Iran akan digantikan oleh Jaber Ansari.

Afkham merupakan perempuan Iran kedua yang pernah menjabat sebagai Dubes. Perempuan Dubes terakhir Iran yang dikirim oleh Teheran adalah Mehranghiz Dolatshahi. Ia menjadi utusan Iran untuk Denmark selama tiga tahun sampai Revolusi Islam 1979, demikian kata kantor berita ISNA.

Pada Tahun 2013 lalu, setelah terpilih, Presiden Iran Hassan Rouhani meminta menterinya menunjuk perempuan untuk menempati posisi yang tinggi dalam pemerintahan. Presiden yang dikenal moderat ini menyatakan akan menentang diskriminasi, yang dibuktikan dengan banyaknya perempuan yang memegang posisi-posisi penting dalam pemerintahan.

Meski begitu, Rouhani tetap memberlakukan batasan mengenai posisi apa saja yang diperbolehkan untuk diduduki oleh perempuan. Walaupun mereka diperbolehkan mengisi parlemen dan kabinet, perempuan Iran dilarang untuk bekerja sebagai hakim atau mencalonkan diri sebagai presiden.

 

 

 

 

Baca Juga

Emak-emak Angkat Motornya Putar Arah Lewati Pembatas Jalan Tinggi

Jakarta – Siapa bilang wanita itu lemah, seorang emak-emak malah bisa mengangkat motornya melewati pembatas ...