Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Nasional / Jadwal Eksekusi Mati Gelombang 2 Nusakambangan, Tunggu KAA Selesai

Jadwal Eksekusi Mati Gelombang 2 Nusakambangan, Tunggu KAA Selesai

Menanti Jadwal Eksekusi Mati Andrew Chan & Myuran Sukumaran, Anggota Bali Nine

Jadwal Eksekusi Mati Gelombang 2 Nusakambangan, Tunggu KAA Selesai. Jadwal Konferensi Asia Afrika ke-60 yang bakal dihelat di Jakarta-Bandung pada 19-24 April mendatang, rupanya mempengaruhi jadwal eksekusi mati gembong narkotika gelombang dua di Nusakambangan.

Namun demikian meski eksekusi gelombang II terhadap para terpidana mati kasus narkoba belum juga dilaksanakan, Jaksa Agung HM Prasetyo menegaskan eksekusi akan tetap dilakukan. Kejaksaan Agung sebelumnya telah menetapkan 10 terpidana mati yang akan menjalankan eksekusi mati dalam waktu dekat.

Satu dari 10 orang tersebut yakni Mary Jane, terpidana mati asal Filipina yang tertangkap menyelundupkan narkoba. Lainnya yakni duo terpidana mati asal Australia yang dikenal dengan sebutan Bali Nine. Keduanya adalah Andrew Chan dan Myuran Sukumaran yang ditangkap karena menyelundupkan heroin.

“(Pelaksanaan KAA) itu juga salah satu yang kita pertimbangkan. Ya masa, ada tamu negara kita mau lakukan (eksekusi mati)” ungkap Prasetyo di Istana Kepresidenan, Selasa (7/4/2015).

Kendati demikian, Prasetyo membantah pelaksanaan eksekusi mati yang dilakukan sebelum perhelatan KAA dapat mempengaruhi suasana forum internasional yang digelar setiap 10 tahun sekali di Indonesia itu. Ia pun menepis anggapan kalau pelaksanaan eksekusi mati itu ditakutkan merusak pandangan Indonesia di hadapan tamu negara yang datang dalam acara KAA.

Jangan katakan istilah ‘takut’. Kita tidak ada istilah takut dalam eksekusi ini. Tapi tentunya, masa sedang ada acara kenegaraan yang melibatkan sekian banyak orang, lalu ada eksekusi” tambah Jaksa Agung.

Saat ditanya apakah penundaan eksekusi dilakukan atas perintah Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Prasetyo menepis anggapan tersebut. Ia menegaskan, Presiden Jokowi sepenuhnya telah menyerahkan proses eksekusi kepada Kejaksaan Agung.

Oh nggak, ini diserahkan pada kejaksaan. Jadi setelah presiden ambil keputusan soal grasi, ya itu sepenuhnya jadi tanggung jawab dan tugas kejaksaan” pungkasnya.

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...