Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Regional / Jam ‘Ngapel’ di Purwakarta Akan dibatasi Waktunya

Jam ‘Ngapel’ di Purwakarta Akan dibatasi Waktunya

ilustrasi-pacaran

Anda punya kekasih yang tinggal di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, mungkin ada baiknya perlu mengetahui aturan baru ini. Pemkab Purwakarta membatasi waktu kunjung pacar (wakuncar).

“Jika sampai lewat pukul 21.00 WIB malam ada sepasang kekasih yang masih apel, maka mereka akan digerebek oleh Ketua RT beserta anggota hansip. Bahkan, akan dilakukan tindakan kawin paksa,” ungkap Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi beberapa waktu lalu.

Ditambahkan olehnya, sanksi kawin paksa buat para remaja, bukan gertak sambal. Pihaknya sudah mengumpulkan193 kepala desa agar melaksanakan imbauan tersebut.

“Dipastikan kebijakan itu bakal diterapkan di semua desa dan kelurahan secara serempak mulai September 2015 sekarang. Sifatnya wajib. Ini harus dilaksanakan,” kata Dedi.

Ia mengakui ingin mewujudkan Purwakarta yang lebih berbudaya. Nah, agar pelarangan wakuncar di atas pukul 21.00 memiliki payung hukum, semua kepala desa dan lurah kami diwajibkan membuat peraturan desa (perdes).

Perdes tersebut, sambungya, harus selesai paling lambat September. Kalau tidak, kepala desa yang bersangkutan akan dikenai sanksi penundaan pencairan dana bantuan desa.

“Atau honor kades yang belum melaksanakan itu tidak akan kami berikan,” imbuh Dedi.

Apa yang dilakukan oleh Pemkab Purwakarta mempunyai maksud mencegah agar kasus-kasus asusila yang merusak akhlak para remaja tidak akan terjadi. Disamping itu, menjaga kehormatan para orangtua pihak perempuan.

“Kebijakan tersebut juga sebagai respons dari kekhawatiran para orangtua, karena cukup banyak kasus remaja yang hamil di luar nikah,” imbuh Dedi.

 

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

ketua-pengadilan-agama-kepergok-di-hotel-lagi

Ketua Pengadilan Agama Kepergok di Hotel, Lagi…

“Benar-benar kembali mencoreng profesi hakim” ungkap juru bicara Komisi Yudisial (KY), Farid Wajdi (Selasa, 11/10/2016). ...