Home / Berita / Nasional / Jangan Mau Kalau Uang Kembalian diganti Permen, Tetap Harus Pakai Rupiah Walaupun Cuma Seperak

Jangan Mau Kalau Uang Kembalian diganti Permen, Tetap Harus Pakai Rupiah Walaupun Cuma Seperak

uang kembalian diganti permen AP99 7

Mungkin Anda pernah mengalami kejadian ini, ketika berbelanja di supermarket, minimarket, mal, atau sejenisnya, uang kembalian yang seharusnya Anda terima, malah diganti permen. Sebel nggak sih? Apalagi sang kasir atau pemilik toko seperti manusia tak berdosa melakukan hal tersebut. Tentu ada perasaan dongkol.

Nah, sebenarnya uang kembalian diganti permen melanggar undang-undang. Mengganti uang kembalian dengan permen bisa membuat orang dipenjara maksimal setahun atau dikenai denda hingga Rp 200 juta.

Uang rupiah adalah alat tukar yang resmi dan baik pedagang maupun pembeli harus memahami aturan ini dengan baik. Jika terjadi pelanggaran, masyarakat berhak melapor kepada polisi.

Aturan ini tertera pada Pasal 33 ayat 1 Undang-undang Nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang.

Dalam UU tersebut disebutkan bahwa setiap orang yang tidak menggunakan rupiah dalam setiap transaksi dengan tujuan pembayaran, penyelesaian kewajiaban lainnya yang harus dipenuhi dengan uang dan/atau transaksi keuangan lainnya, dapat dikenai pidana denda atau kurungan seperti yang sudah dijelaskan di atas.

Disamping UU di atas, mengganti uang dengan permen juga melanggar UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman maksimal dua tahun penjara dan denda maksimal Rp 5 miliar.

Mungkin masih banyak yang tidak tahu akan hal ini. Untuk itu lain kali Anda tidak boleh diam saja jika ada pedagang atau toko swalayan yang memberikan permen sebagai ganti kembalian. Sudah waktunya meminta apa yang menjadi hak Anda.

Bila terus ngotot para kasir, tidak mau memberikan rupiah, silakan laporkan pedagang atau toko tersebut ke pihak kepolisian.

 

 

 

 

Baca Juga

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...