Home / Berita / Politik / Jaring Calon Kepala Daerah, Partai Demokrat Bentuk Tim Enam

Jaring Calon Kepala Daerah, Partai Demokrat Bentuk Tim Enam

Koalisi-Bali-Mandara-Targetkan-Unggul-di-6-Pilkada-Serentak_117866

Pilkada Serentak tinggal beberapa bulan lagi. Partai politik kini disibukkan untuk menyiapkan calon kepala daerah yang akan bertarung. Tidak mudah menemukan calon kepala daerah yang benar-benar kredibel yang disukai oleh rakyat. Meski demikian, ternyata banyak juga calon kepala daerah yang mendaftarkan diri ke satu parpol.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) terpilih Partai Demokrat, Hinca Panjaitan, mengungkapkan bahwa partainya tengah sibuk-sibuknya menjaring calon kepala daerah untuk ikut pada Pilkada serentak tahun ini.

Ditambahkan olehnya, ada banyak tokoh-tokoh di daerah yang berlomba-lomba mendaftarkan diri.

“Soal Pilkada ini, Partai Demokrat sedang sibuk sekali dengan banyaknya yang mendaftar. Ada satu kota misalnya di Palu, bisa sampai 12 pendaftar. Jadi minatnya tinggi sekali,” tutur Hinca dalam diskusi “Lika Liku Pilkada 2015”, di Cikini, Jakarta.

Walaupun banyak yang tertarik dan berminat maju dalam Pilkada Desember mendatang, tapi kata Hinca, Partai Demokrat tetap melakukan penjaringan untuk mencari pemimpin yang paling baik untuk rakyat.

“Jadi intinya memilih mana yang terbaik untuk rakyat,” terangnya.

Kalau dilihat dari tahapan, Partai Demokrat akan melakukan proses penjaringan ketat mulai dari DPC sampai DPD baru kemudian masuk ke DPP.

“Kita membentuk namanya tim enam untuk menjaring. Dua dari DPP, dua dari DPD dan dua dari DPC. Di DPD itu ketua dan sekretaris, otomatis. Begitu juga DPC diisi ketua dan sekretaris. Kecuali Ketua dan Sekretaris itu maju, dia tidak boleh ada dalam proses penjaringan itu,” jelas Hinca.

Kemudian juga, Partai Demokrat pun, lanjut Hinca, membuat tiga klasemen peta untuk Pilkada serentak tahun ini. Pertama, Demokrat melenggang sendiri. Tinggal mencari siapa pendamping.

Klasemen kedua, boleh sebagai calon kepala daerah, pun boleh menjadi pendamping atau calon wakil.

“Serta klasemen terakhir, mungkin 1 atau 2 yang tidak menjadi motornya tapi juga bisa menggagalkan,” tuturnya.

Di klasemen dua dan tiga, sambungnya, dinamika tinggi sekali. Sampai hari-hari ini di daerah, konfigurasi belum sampai titik final.

Hinca juga menjelaskan kalau , proses penjaringan calon akan dilakukan melalui hasil survei. Meskipun disadari survei bukan menjadi satu-satunya penentu akhir calon mana yang akan dipilih.

 

 

 

 

 

Baca Juga

Ini Isi Puisi Fadli Zon untuk Dua Tahun Pemerintahan Jokowi-JK

Dua tahun pemerintahan Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla, rupanya disambut oleh Wakil Ketua DPR ...