Home / Headline / Jenazah Koruptor Tak Perlu di Shalatkan, Demikian Rekomendasi Fatwa dari Pemuda Muhammadiyah

Jenazah Koruptor Tak Perlu di Shalatkan, Demikian Rekomendasi Fatwa dari Pemuda Muhammadiyah

shalat3

Korupsi merupakan salah satu penyakit masyarakat yang sulit diberantas. Walaupun para pelaku sudah dihukum akan tetapi korupsi masih saja terjadi. Bisa disaksikan hampir setiap hari ada saja orang yang diperiksa karena diduga terlibat tindak pidana korupsi.

Karena hal itulah, Pemuda Muhammadiyah mengeluarkan rekomendasi resmi dalam Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Makassar untuk mengeluarkan fatwa jenazah koruptor tidak perlu dishalatkan.

Hal itu disampaikan Ketua Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak dalam pidatonya di Sidang Pleno III Dinamika Wilayah dan Ortonom di Kampus Univ. Muhammadiyah Makassar, selasa malam (4/8).

“Kami merekomendasikan muktamirin mengeluarkan secara resmi fatwa muktamar, koruptor tidak perlu dishalati bila meninggal dan rekomendasi bahwa seluruh ibadah yang dikerjakan para pencuri uang rakyat tidak sah,” ungkap Dahnil seperti dimuat di salah satu media online.

Dahnil menambahkan, dua rekomendasi yang dibacakannya harus disampaikan ke publik, sebagai bentuk afirmasi action Muhammadiyah, bahwa Muhammadiyah harus tegas menyikapi persoalan korupsi yang menjadi masalah utama umat negeri lebih yang lebih keji dari Genosida, karena pelakunya jelas dan membunuh pelan-pelan umat.

“Muhammadiyah punya obligasi moral, punya wewenang moral untuk menyampaikan hal tersebut pada umat. Bahwa korupsi bukan sekedar masalah politik, tapi ada hak publik dirampok di situ,” kata Dahnil.

 

 

 

Baca Juga

Di Depan Menteri Transportasi Asia-Eropa, Menhub Bicara Soal Investasi

Nusa Dua – Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, membuka pertemuan Menteri Transportasi Asia dan ...