Home / Berita / Nasional / Jendral Moeldoko Pensiun Dini, Apakah Akan Jadi Menteri Jokowi saat Reshuffle Kabinet?

Jendral Moeldoko Pensiun Dini, Apakah Akan Jadi Menteri Jokowi saat Reshuffle Kabinet?

Jendral Moeldoko Pensiun Dini, Apakah Akan Jadi Menteri Jokowi saat Reshuffle Kabinet

Isu reshuffle kabinet di pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla memang menjadi berita politik yang paling hangat dibicarakan. Beberapa nama sempat muncul ke permukaan, sekaligus diprediksi akan mendapat jabatan sebagai menteri baru. Salah satu nama yang cukup santer diberitakan adalah sosok Jenderal Moeldoko. Dan kini sang jendral telah pensiun lebih awal yang seharusnya Agustus, menjadi Juli. Lantas apakah pensiun dini ini terkait dengan isu reshuffle kabinet yang belakangan ini mencuat?

Menanggapi isu tersebut, Seskab Andi Widjajanto coba memberikan komentarnya. “Tidak ada percepatan sebetulnya, normal-normal saja. Ya sesuai ketentuan, Presiden bisa mengusulkan pemberhentian pengangkatan Panglima TNI, yang pasti deadline-nya 1 Agustus” ungkap Andi Widjajanto di Istana Negara, Rabu (8/7/2015).

Andi juga mengatakan tidak ada hal khusus mengapa Jenderal Moeldoko pensiun dini. Menurut Andi salah satu faktor adalah Jenderal Gatot Nurmantyo sudah disetujui sebagai Panglima TNI oleh DPR.

Itu pertimbangannya Presiden. Hanya saya pikir prosedur admin normal saja bahwa dari DPR sudah disetujui melalui paripurna. Secara administrasi penetapannya bisa dilakukan, segera dilakukan oleh Presiden. Tidak ada hal-hal khusus” tambahnya.

Namun Andi enggan berkomentar ketika ditanya apakah hal itu terkait dengan isu reshuffle kabinet yang menyebut Jenderal Moeldoko, akan menduduki kursi Menko Polhukam. “Silakan ditanyakan ke Presiden” tegas Andi.

Dilain pihak Jenderal Moeldoko yang ditemui usai pelantikan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, irit bicara ketika ditanya soal pensiun dini. “Enggak ada masalah” ungkap Moeldoko, seperti yang dilansir Detik. Habis lebaran jadi menko polhukam ya pak? tanya wartawan. “Walah-walah.. jangan-jangan.. Ono ae wes to wes to” kilahnya.

Baca Juga

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...