Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Jepang Lantik Menhan baru yang cantik, tapi kenapa Bikin Pusing Korea dan China?

Jepang Lantik Menhan baru yang cantik, tapi kenapa Bikin Pusing Korea dan China?

Tomomi Inada_istimewa

Pemerintah Jepang melakukan reshuffle kabinet beberapa hari lalu. Adalah sosok Tomomi Inada yang berparas menawan yang jadi salah satu wajah baru, dimana menempati posisi prestisius Menteri Pertahanan. Pada hari pertama kerja kemarin, Inada langsung membuat pusing negara-negara tetangga Jepang, baik China, Korea Utara, maupun Korea Selatan.

Seperti dilaporkan Japan Times, Jumat (5/8), Inada sejak lama dikenal sebagai politikus ultranasionalis, yang menolak tudingan Jepang melakukan kejahatan kemanusiaan pada Perang Dunia II. Lima tahun lalu perempuan 57 tahun itu pernah dilarang masuk ke Korea Selatan lantaran dianggap sengaja menghina korban agresi Jepang pada masa perang.

Komentarnya pasca dilantik bikin panas kuping diplomat Korea Utara. Politikus Partai Liberal Demokratik itu mengomentari insiden penembakan rudal balistik Korut yang mencapai perairan Jepang tiga hari lalu.

“Korea Utara berbahaya karena kebijakan negara itu tidak bisa diprediksi dan seringkali tidak rasional,” ujar Inada seperti dilansir Wall Street Journal.

Inada, adalah politikus perempuan kepercayaan Perdana Menteri Shinzo Abe. Inada pernah menulis buku yang isinya membuat marah aktivis perempuan se-Asia. Dalam buku tersebut, dia menulis bahwa tidak ada bukti perempuan di Nanking, Semananjung Korea, maupun wilayah pendudukan Jepang lainnya yang dipaksa menjadi pelacur alias Jugun Ianfu.

Dengan menduduki posisi menhan, pengamat politik Jepang menduga Abe sedang menyiapkan Inada sebagai calon penggantinya. Kalau benar, hal tersebut akan menjadi sejarah karena Jepang belum pernah memiliki perdana menteri perempuan.

“Jabatan baru ini akan memberi (Inada) kesempatan bekerja dengan utusan negara lain, mendengar pandangan yang berbeda darinya,” papar Yasunori Sone, guru besar politik Universitas Keio Tokyo.

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

demo-ahok-4-november-ini-reaksi-nu-muhammadiyah

Demo Ahok 4 November, Ini Reaksi NU & Muhammadiyah

Nadlatul Ulama (NU) maupun Muhammadiyah mengaku tak bisa menolak aksi demo 4 November 2016, namun ...