Home / Berita / Dunia / Jepang ‘Tawarkan’ Solusi Penyelesaian Kasus ‘Budak Seks’, Ini Lengkapnya

Jepang ‘Tawarkan’ Solusi Penyelesaian Kasus ‘Budak Seks’, Ini Lengkapnya

pm jepang

Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe dilaporkan berkeinginan kuat untuk menyelesaikan masalah dengan Korsel.

Jepang dilaporkan berniat menghimpun pendanaan dari pemerintah untuk menyelesaikan perselisihan yang berlangsung cukup lama dengan Korea Selatan mengenai budak seks dalam Perang Dunia II.

Para perempuan itu dipaksa untuk bekerja di rumah bordil militer Jepang.

PM Shinzo Abe pun telah menginstruksikan menteri luar negeri Jepang untuk menyampaikan masalah ini dalam kunjungannya ke Seoul pekan depan, seperti dilaporkan oleh media Jepang.

Masalah ini sepertinya telah menghambat hubungan Jepang dengan Korea Selatan selama beberapa dekade.

Seperti diketahui sebelumnya Korea Selatan telah menyebutkan permintaan maaf Jepang tidak cukup dan mengkritik sikap Jepang yang dianggap enggan untuk menyelesaikan tindakan brutalnya di masa lalu.

Namun hubungan antara kedua negara sudah meningkat dalam beberapa tahun terakhir ini pasca mereka sepakat untuk melanjutkan pembicaraan.

Menteri Luar Negeri Fumio Kishida dilaporkan sudah mengatur kunjungan dadakan ke Korea Selatan dengan harapan dapat mencari resolusi awal.

Ia memberikan pernyataan pasca media Jepang melaporkan bahwa PM Abe telah memerintahkannya untuk melakukan pembicaraan tingkat menteri di Seoul secepatnya pada Senin ini untuk mencari solusi.

Para perempuan yang pernah menjadi budak seks Jepang pun melakukan unjuk rasa di kantor kedubes Jepang di Seoul.

Pendanaan itu akan serupa dengan yang pernah dibuat pada 1995 lalu yang berhenti usai satu dekade. Ketika itu jelas bahwa uang tersebut berasal dari donasi, bukan dari pemerintah Jepang.

Salah satu proposal yang dilaporkan oleh Nikkei Asian Review akan membuat Jepang menyediakan dana bantuan selama 10 tahun dengan jumlah lebih dari 100 juta yen atau Rp11 milliar.

Laporan tersebut menyebutkan Korea Selatan mendesak Jepang untuk meminta maaf, termasuk meminta pertanggungjawaban negara itu.

Tahun ini sendiri adalah peringatan 50 tahun normalisasi hubungan diplomatik kedua negara.

Seperti diketahui lebih dari 200.000 perempuan diperkirakan telah menjadi budak seks oleh Jepang selama PD II, sebagian besar dari mereka merupakan warga Korea.

 

Baca Juga

Buka Pameran Produk BUMN, Jokowi: Sekarang Zamannya Aplikasi HP

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka pameran Indonesia Business Development Expo atau disingkat IBDExpo ...