Home / Berita / Nasional / Jessica: ‘Aku ditekan lagi, aku memberontak lagi”

Jessica: ‘Aku ditekan lagi, aku memberontak lagi”

“Aku ditekan lagi dan aku akan memberontak lagi” tulis Jessica Wongso

Jessica wongso Aku ditekan lagi, aku memberontak lagi

Seperti yang diketahui jika Pengadilan Negeri Jakarta Pusat kembali menggelar sidang pembunuhan berencana Mirna dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso. Agenda sidang hari Rabu 10 Agustus 2016 adalah mendengarkan keterangan saksi dan ahli.

Dari informasi yang dihimpun, dalam perjalanan sidang Menteri Kehakiman Australia Michael Keenan menyetujui pemindahtanganan dokumen AFP terkait catatan pelanggaran dan hasil sadapan surat elektronik dan pesan singkat Jessica Wongso.

Dokumen yang didapatkan oleh ABC 7.30 (program TV nasional Australia) berisi laporan intelijen polisi rahasia yang merinci adanya empat kali percobaan bunuh diri oleh Jessica hingga ia memerlukan perawatan. Dalam dokumen itu juga disebut Jessica pernah melakukan perilaku yang mengancam rekan kerjanya.

Jessica juga mengalami kecelakaan akibat alkohol dan menjadi korban tindak kekerasan yang dilakukan oleh mantan kekasihnya. Selain itu dokumen tersebut juga menyebut bahwa Jessica diduga melakukan vandalisme, tapi tak ada cukup bukti untuk menuntutnya.

Tak hanya itu, terdapat pesan singkat (SMS) bernada mengkhawatirkan yang dikirim Jessica kepada teman dan rekannya. Akibat ulahnya itu, muncul ide Jessica untuk keluar dari Negeri Kanguru tersebut. Hal itu dia lakukan agar terhindar dari jeratan hukuman dan denda 15 ribu dolar Australia atau setara Rp 150,2 juta.

“Aku bisa memakai uang itu untuk liburan yang epik. Memiliki lisensi (SIM) baru di mana saja tempat ayahku memiliki kekuasaan. Daripada memberikan uang kepada para polisi bodoh” isi pesan singkat itu seperti dikutip dari ABC, Selasa 9 Agustus 2016.

Dalam pesan lain Jessica menulis:

“Aku ditekan lagi dan aku akan memberontak lagi.”

Selain SMS, terdapat e-mail yang dikirim oleh Jessica ke seorang rekannya di Australia tiga minggu setelah ia menjadi tersangka pembunuhan.

“Aku pergi ke luar negeri karena orang-orang terus menggangguku dan orang tertentu membuatku terus berada dalam kesulitan”

“Aku tak yakin apa yang telah kulakukan sehingga aku menerima semua ini.”

“Namun itu tak berakhir di sana. Bahkan ketika di luar negeri dan jauh dari semua orang, aku masih mengalami persoalan. Jadi sekali lagi. Aku kalah dalam pertempuran” tulis Jessica.

Baca Juga

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...