Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Jika KPK Tetapkan Gatot dan Evy Tersangka, Razman siap Menggugat dan Lapor ke Bareskrim

Jika KPK Tetapkan Gatot dan Evy Tersangka, Razman siap Menggugat dan Lapor ke Bareskrim

Gatot dan Evi Susanti
Gatot dan Evi Susanti

Jakarta – Mulai Senin pagi pukul 10.00 wib 27 Juli, pemeriksaan terhadap Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho dan  istri keduanya  Evy Susanti  terus berlangsung di gedung KPK. Diperkirakan pemeriksaan itu selesai sore hari nanti. Razman Arif Nasution sebagai pengara Gatot dan Evy mengaku yakin status kliennya tidak akan berubah sebagai tersangka. Tapi kalau hari ini KPK sempat menetapkan mereka sebagai tersang, Razman akan menggugat  melalui praperadilan dan mengadu ke Bakresrim Mabes Polri.

“Kita tunggu saja hasil pemeriksaan nanti,” kata Razman saat mendampingi  Gatot dan Evy di Gedung KPK pagi tadi. Kehadiran Gatot dan Evy, menurut  Razman, menjadi bukti kalau keduanya ooperatif terhadap proses hukum ini.

Gatot dan Evy diperiksa terkait kasus suap majelis Hakim PTUN Medan yang tertangkap tangan pada kamis 9 Juli lalu di Medan. Tiga hakim  seorang panitia PTUN Medan, serta seorang pengacara Yagari Bhastara alias Gerry berhasil ditangkap  dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK pada hari itu.

Dalam pengembangan kasusnya, KPK menahan pula pengacara kondag OC Kaligis yang merupakan atasan Gerry dan pengacara bagi Pemerintah provinsi Sumatera Utara. Berarti, hingga saat ini sudah enam orang yang menjadi tersangka dan ditahan dalam kasus tersebut.

Kasus tersebut tidak berhenti sampai di situ. KPK masih menelusuri uang 15 ribu dollar Amerika dan 5 ribu dolar Singapura yang digunakan untuk menyuap hakim.  Gubernur Sumut Gatot menjadi salah satu saksi utama yang diperiksa dalam kasus ini. Sementara Evy Susanti disebut-sebut sebagai tokoh kunci, karena ia yang selama ini menjadi juru komunikasi antara Pemerintah Provinsi Sumut dan OC Kaligis.

Razman Arif Nasution
Razman Arif Nasution

 

Bagi Evy, pemeriksaan pada Senin ini merupakan yang pertama karena ia baru kembali dari umrah. Sementara bagi Gatot, pemeriksaan ini merupakan yang kedua, setelah yang pertama pada Rabu 22 Juli.

Sebagai pengacara kedua saksi, Razman yakin kliennya tidak bersalah dan tidak terlibat dalam kasus ini. Kalaupun diakui Evy pernah memberikan uang kepada OC Kaligis, tapi uang itu adalah biaya  operasional karena pengacara kondang itu merupakan pengacara keluarga Gatot. Evy, tegasnya, tidak pernah memberikan uang kepada Gerry yang tertangkap  tangan memberi uang kepada tiga majelis hakim PTUN.

Meski demikian, Razman mengakui dirinya sudah mengantisipasi kemungkinan terburuk, yakni jika hari ini ternyata Gatot atau Evy, atau keduanya sekaligus, ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Dua langkah sekaligus akan dilakukannya, yakni mengajukan gugatan praperadilan dan melaporkan dugaan unsur pidana yang dilakukan penyidik KPK, ke Bareskrim Mabes Polri.

“Jika ditetapkan sebagai tersangka, kita langsung praperadilan. Kita tak mau lambat,” tegas Razman, sembari menilai tim pengacara OC Kaligis lambat, tidak cepat mengajukan praperadilan.

Gugatan peradilan, lanjutnya, akan mempersoalkan penggeledahan dan penyitaan yang dinilai menyalahi prosedur. Untuk unsur dugaan pidananya, akan dilaporkan ke Bareskrim.

“Kami akan langsung laporkan ke Bareskrim juga, karena ada penyitaan, perampasan, padahal belum pernah dipanggil, namun tiba-tiba datang saja, main sita,” ujar Razman.

Razman menilai, langkah dan pernyataan para pimpinan KPK hanyalah bentuk kepanikan lembaga antirasuah itu. “Menurut saya, KPK panik karena kesulitan untuk membuktikan,” imbuhnya lagi. ***

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...

One comment

  1. Didik Wibisono

    saya tidak mengerti jln pemikiran para pengacara2,,