Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Jimly Kelabakan Dicecar soal Ambisinya jadi Ketua KPK dan Dana dari Newmont

Jimly Kelabakan Dicecar soal Ambisinya jadi Ketua KPK dan Dana dari Newmont

proses seleksi KPK tahap akhir berupa wawancara terbuka yang berlangsung secara simultan. Proses seleksi ini dapat disaksikan publik
proses seleksi KPK tahap akhir berupa wawancara terbuka yang berlangsung secara simultan. Proses seleksi  dapat disaksikan publik

Dari tujuh calon pimpinan KPK yang mengikuti seleksi hari Selasa 25 Agustus, wawancara Jimly Asshiddiqie yang cukup menarik dan menyita perhatian para panitia seleksi.  Pakar hukum tata negara ini dicecar dengan tiga pertanyaan inti, yaitu soal ambisinya untuk menjadi ketua KPK, soal masa lalunya sebagai ketua MK,  keberadaan lembaga pendidikannya Jimly School Of Law And Government yang menerima dana dari asing.

Pertanyaan awal dilontarkan Pansel Enny Urbaningnisih yang menanyatakan ambisi Jimly untuk menjadi ketua KPK. Ada kekuatiran mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu bakal mengundurkan diri jika tak dipercaya jadi orang nomor satu di lembaga antirasuah.

Tuduhan ini sangat beralasan, sebab Jimly pernah ikut dalam seleksi hakim MK pada tahun 2008 silam. Ketika itu dia tiba-tiba mengundurkan diri setelah dinyatakan lolos uji kelayakan dan kepatutan oleh DPR. Alasannya, ternyata karena ia tidak terpilih sebagai ketua.

 Jimly Asshiddiqie
Jimly Asshiddiqie

“Bapak pernah selesai proses seleksi MK 2008 di DPR. Tapi setelah terpilih bapak mundur, konon kabarnya karena tidak terpilih jadi ketua. Kalau sekarang di KPK bukan ketua gimana? Nanti takutnya mundur di tengah jalan,” tanya Enny.

Atas pertanyaan itu Jimly tidak memberi jawaban yang tegas. Bahkan dia terkesan berusaha menghindar untuk memberikan jawaban. “Saya ini konsisten, saya mohon kalau bisa pertanyaan ini saya jawab di DPR, karena di sana yang akan menentukan siapa ketua atau wakil,” ujar pria yang kini menjabat sebagai ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu itu.

Tidak puas dengan jawaban itu, Enny menegaskan bahwa Pansel perlu mengklarifikasi langsung hal tersebut. Namun Jimly tetap bersikeras tidak mau menjawab. Ketika Enny terus mendesak, tokoh senior itu hanya tersenyum tanpa berkata apa-apa.

Enny pun akhirnya menjelaskan bahwa tujuan dari pertanyaanya adalah untuk memastikan pimpinan KPK terpilih nanti bukan orang yang bersifat egois. “Kita ingin bangun kolektif kolegial, tidak bisa terlalu mendominasi. Ini mewakili pertanyaan banyak orang, jangan-jangan bapak tidak bisa kolektif kalau tidak jadi ketua?,” ujarnya.

Tapi Jimly kembali tidak memberikan respon yang tegas. Dia hanya mengaku siap bekerjasama dengan pimpinan KPK lainnya dalam sistem kolektif kolegial. Ia bahkan  mengaku ingin menyelamatkan eksistensi KPK. Dia tegaskan bahwa KPK tidak boleh sampai dibiarkan hancur.

Hal lain yang menarik adalah ketika terungkap bahwa  lembaga pendidikan miliknya, Jimly School Of Law And Government pernah menerima dana dari perusahaan asing, Newmont. Hal itu terkuak dari pertanyaan anggota Pansel Capim KPK Supra Wimbarti kepada Jimly saat uji wawancara, Selasa (25/8). “Bapak kan punya Jimly School, itu dananya dari mana?” ujarnya.

Jimly awalnya hanya mengatakan bahwa modal untuk lembaga pendidikan hukum itu berasal dari pribadi dan sumbangan rekan-rekannya. Mantan ketua Mahkamah Konstitusi itu juga mengaku tidak mendapat keuntungan sepeserpun dari lembaga itu.

Supra kemudian mengatakan bahwa ada informasi dari masyarakat mengenai sumbangan dari Newmont untuk sekolah Jimly. Menurutnya, dana segar itu masuk pasca MK mengeluarkan putusan atas sengketa kewenangan lembaga negara terkait divestasi saham Newmont tahun 2012.

Jimly pun akhirnya mengakui bahwa sekolahnya pernah bekerjasama dengan Newmont. Namun pakar hukum tata negara itu membantah kerjasama itu ada kaitannya dengan putusan MK.

“Iya benar. Ada proyek saja itu, untuk pendidikan. Itu dua tahun yang lalu, sekarang sudah selesai,” ujar pria yang kini menjabat sebagai ketua DKPP ini. Jimly terlihat agak tegang menjawat masalah  sumber dana ini,– ant/jpn

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...