Home / Berita / Nasional / Jokowi Diminta Batalkan Eksekusi Mati Zulfiqar Ali, Kenapa?

Jokowi Diminta Batalkan Eksekusi Mati Zulfiqar Ali, Kenapa?

“Agar eksekusi Zulfiqar Ali dibatalkan karena banyak unfair trial” ungkap Peneliti Imparsial, Evita Rose.

Jokowi Diminta Batalkan Eksekusi Mati Zulfiqar Ali, Kenapa

Rupanya pemerintah diminta mengkaji ulang praktik hukuman mati. Pasalnya dikhawatirkan ada kesalahan di dalam proses hukum hingga jatuh vonis mati. Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Imparsial, Al Araf saat memberikan keterangan di Kantor Imparsial Jakarta (Minggu, 24/7/2016).

Al Araf lantas memberikan contoh vonis bagi terpidana mati kasus narkoba, Zulfiqar Ali. Warga Palestina itu dihukum terkait kepemilikan 300 gram heroin tahun 2004. Selama proses penangkapan dan penahanan, Zulfiqar kerap mengalami penyiksaan dan kekerasan oleh oknum kepolisian.

Saut Rajagukguk, pengacara Zulfiqar menambahkan kejanggalan proses hukum terhadap kliennya tak berhenti sampai di situ. Selain tidak didampingi penasehat hukum hingga pemeriksaan pertama di Pengadilan Negeri Tangerang, Zulfiqar juga tidak didampingi oleh penerjemah.

Saut menilai kliennya seharusnya dapat terbebas dari hukuman tersebut. Hal itu karena saksi kunci dalam kasus itu, Gurdiph Singh telah mencabut keterangan yang memberatkan kliennya. Menurut Gurdiph, heroin itu bukan milik Zulfiqar melainkan milik warga negara Nigeria bernama Hilary.

“Gurdiph dijanjikan akan diringankan hukumannya bila menyebut Zulfiqar sebagai pemilik heroin” ungkap Saut Rajagukguk.

Sementara itu Peneliti Imparsial, Evita Rose mengatakan praktik hukuman mati rentan dilaksanakan lantaran tak jarang ditemukan fakta baru setelah hukuman dilakukan. Dalam kasus Zulfiqar misalnya, adanya pengakuan dari Gurdiph yang menyatakan ketiadaan peran Zulfiqar dalam kasus kepemilikan heroin.

“Karena itu kami meminta kepada Pak Jokowi atas nama kemanusiaan agar eksekusi Zulfiqar Ali dibatalkan saja, karena banyak unfair trial” ujar Evita.

 

Baca Juga

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...