Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Nasional / Jokowi ke Papua Berikan Grasi, Langkah Awal Perdamaian

Jokowi ke Papua Berikan Grasi, Langkah Awal Perdamaian

013900100_1431180430-jokowi_grasi_napol

Hari Sabtu (9/5) Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan ke pulau paling timur Indonesia. Di Papua dan Papua Barat, kegiatan Jokowi memberikan grasi terhadap terhadap lima tahanan politik.

Turut mendampingi presiden sejumlah menteri antara lain Menteri Koordinator Bidang Hukum, Politik dan Keamanan Tedjo Edhi Purdijatno, Menteri Hukum  dan HAM Yassona Laoli, Panglima TNI Jenderal Moeldoko, Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti, serta Wakil Gubernur Clemenns.

“Kita ingin menciptakan Papua dan Papua Barat sebagai negeri yang damai. Jadi, jangan dipanas-panasi lagi,” kata Presiden Jokowi saat menjawab pertanyaan pers, seusai memberikan grasi terhadap lima tahanan politik di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II Abepura, Jayapura, Papua, Sabtu (9/5).

Adapun tahanan politik yang dibebaskan adalah Jafrai Murib dari LP Abepura (seumur hidup),  Linus Hiluga asal LP  Nabire (20 tahun),  Kimanus Wenda dari LP Nabire (20 tahun),  Apotnagolit Enus asal LP  Biak (20 tahun) serta Numbungga dari LP Biak (seumur hidup).

Jokowi menyebut grasi yang diberikan kepada kelima narapidana politik tersebut merupakan langkah awal yang akan terus ditindaklanjuti. Pemberian grasi ini, katanya lebih lanjut, adalah keinginan pribadinya dan semua harus melewati proses grasi, walaupun ada napol yang langsung menginginkan amnesti.

“Ada sekitar  90 orang yang masih di dalam penjara di Papua dan di daerah lainnya. Ada yang mau diberikan grasi, tetapi ada yang meminta amnesti sehingga harus dipertimbangkan lagi karena kalau amnesti harus menunggu persetujuan Dewan,” tutur Presiden.

Presiden menceritakan kalau pemberian grasi kepada lima napol tersebut juga bukan hasil pilihan. Namun pemerintah telah lama membangun komunikasi terlebih dahulu kepada para napol.

“Ini proses yang panjang dan dimulai sejak Januari lalu. Maka dari itu kami (pemerintah) ingin mengajak semuanya, baik yang ada di dalam penjara maupun yang masih ada di hutan-hutan. Mari kita lupakan yang lalu, kita menatap ke depan dan buka lembaran yang baru,” kata Jokowi.

Setelah dibebaskan oleh pemerintah, Presiden meminta kepada lima orang tersebut agar beraktivitas kembali seperti biasanya. Misalnya saja ikut berkebun atau menjadi pegawai honorer.

 

 

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...