Home / Berita / Dunia / Kabut Asap Menebal, Warga Singapura Tetap Beraktivitas Seperti Biasa

Kabut Asap Menebal, Warga Singapura Tetap Beraktivitas Seperti Biasa

Warga Singapura Tetap Beraktivitas Seperti Biasa
Warga Singapura Tetap Beraktivitas (metrotvnews.com)
Warga Singapura Tetap Beraktivitas Seperti Biasa – Bencana kabut asap yang melanda tiga negara bertetangga yakni Indonesia, Malaysia dan Singapura ternyata tak membuat warga negeri Singa itu terpengaruh. Pantauan wartawan menyebutkan bahwa warga Singapura tetap beraktivitas sebagimana biasanya. Meski begitu warga negara Singapura itu harus memakai masker karena kabut yang semakin tebal dan dikhawatirkan bisa menganggu pengelihaan dan saluran pernafasan mereka. Seperti yang dilasir oleh MetroTVNews.com di Singapura, kabut asap sudah mulai mendekati level yang mulai mengkhawatirkan.

Metro TV melaporkan Kamis malam (20/06/2013) pukul 22.00 waktu Singapura ,tingkat polusi dilaporkan sudah mencapai level 321 dan merupakan level tertinggi sejak 16 tahun yang lalu. Menurut jurnal kesehatan sendiri, kabut asap disebut mulai tak bersahabat bagi kesehatan ketika berada di level 200. Dan level 300 menegaskan bahwa kondisi kabut asap di suatu tempat itu sdah masuk dalam level bahaya.

Kabut asap yang mengancam Malyasia, Singapura dan Indonesia diakibatkan oleh terbakarnya lahan perusahaan yang dikelola oleh Malaysia. Lahan itu terletak di areal perkebunan dan hutan tanaman industri (HTI)  provinsi Riau. Perusahan asal Malaysia yang lahanya terbakar di Riau meliputi PT Langgam Inti Hibrida,  PT Bumi Reksa Nusa Sejati, PT Tunggal Mitra Plantation dan PT Udaya Loh Dinawi.

Kebakaran hutan di lahan tersebut mengakibatkan asap tak terbendung lagi ditambah dengan anomali cuaca dan angin kencang. Angin kencang tak hanya membuat penyebaran titik api semakin melebar, tetapi juga membuat kabut dan asap menyebar ke beberapa negara dengan cepatnya. Berbeda dengan masayarakat di Singapura yang masih beraktifitas sebagaimana biasanya, di Indonesia bencana kabut asap ini telah membuat 8 orang di Batam masuk rumah sakit dikarenakan gangguan ISPA. Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, drg. Chandra Rizal, menerima beberapa laporan pasien yang dirawat di puskesmas sekitar Batam dikarenakan gangguan pernafasan.

Namun dia memprediksi jumlah korban ini akan terus bertambah. “Dinas kesehatan belum menerima secara lengkap untuk jumlah korban terkena dampak kabut asap ini. Namun data awal yang masuk ada delapan orang pasien dari Puskemas Batu Aji yang terkena penyakit saluran pernafasan dan pilek,” ungkap Chandra kepada detikcom. Kamis kemarin.

Kepala Badan Lingkungan Singapura Andrew Tan terus mendesak pemerintah Indonesia melakukan tindakan terkait bencana ini kabut asap ini. Namun Menko Kesra Agung Laksono menilai tindakan Singapura ini berlebihan. “Warga Indonesia juga perlu ditangani. Bencana ini bukan sesuatu yang Indonesia inginkan, itu peristiwa alam,” tandas Agung.

Baca Juga

Si Seksi Ariel Tatum Makin Serius dengan Ryuji Utomo

[ad_1] Hot Photo Sabtu, 28 Okt 2017 08:33 WIB  ·   Palevi – detikHOT Jakarta ...