Home / Headline / Kakek Suwadi, Pengemis ‘Winny The Pooh’ Penghasilannya Rp 500 Ribu Per Hari

Kakek Suwadi, Pengemis ‘Winny The Pooh’ Penghasilannya Rp 500 Ribu Per Hari

kakek-winnie-the-pooh-mewah

Kisah Kakek Suwadi alias Suaedi yang berpura-pura sebagai pengemis harus berakhir. Ini lantaran dirinya terjaring Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Sidoarjo ketika melakukan razia terhadap pengemis.

Tim dari Dinsosnakertrans sengaja menjaringnya setelah mendapatkan laporan dari warga melalui media sosial.

“Dia hanya pura-pura sakit stroke untuk menarik iba warga yang lewat. Sudah setahun dia beroperasi di Sidoarjo,” kata Kedinsosnakertrans Husni Thamrin, Rabu (17/6).

Dia, sambung Husni, agak gugup saat kami jemput. Memang tampak kasat mata dia gemetar seperti orang sakit stroke. Wajahnya dipasang peot.

Petugas dinsos awalnya memang tidak tahu kalau Suwadi hanya berpura-pura sakit.

Kakek Suwadi tetap berjalan terseret-seret dan nada bicaranya pelo tidak jelas. Kedoknya terbuka setelah petugas membawa seorang perempuan yang diduga juga pengemis, tiba-tiba Suwadi berlari dan berteriak.

Perempuan itu adalah Tarsih, yang ternyata istri Suwadi yang selalu mengawasinya saat beroperasi.

“Kami semua kaget. Lho kok dia lari teriak minta perempuan itu dilepaskan. Nah dari situ kami tahu kalau dia ini cuma tipu-tipu. Kami langsung bawa dia ke Liponsos untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” ujar Husni.

Dari hasil pemeriksaan di Liponsos itulah petugas akhirnya mengetahui semua kedok si kakek Winnie The Pooh itu.

Kakek Suwadi sebelum tertangkap memang tidak ada yang pernah tahu kisahnya. Namun namanya begitu tenar di berbagai media asing seperti di Malaysia dan Singapura.

Berdasarkan cerita yang didapat, Suwadi setiap hari bekerja sebagai pengemis. Dirinya berangkat dari Mojokerto ke Sidoarjo setiap pagi hari. Dia memakai pakaian biasa saat tiba di Kota Sidoarjo.

Begitu turun dari angkot, kakek Suwadi mencari tempat tersembunyi di sekitaran Lippo Plaza dan Jalan Pahlawan. Kemudian dia berganti seragam badut berkarakter tokoh kartun Winnie The Pooh.

Dengan kostum beruang lucu pecinta madu itu, kakek berusia 75 tahun ini berubah polah. Tangan kanannya ditekuk ke dada dengan telapak menekuk di arah yang sama.

Tangan kirinya, membawa topeng padanan kostumnya. Tak lupa untuk meyakinkan, wajah Suwadi juga dibuat peyot. Gaya seperti ini lazim kita lihat pada orang yang terserang stroke.

Bagi yang melihatnya mungkin merasa iba dan akan memberikan uang ke Suwadi.

Siapa sangka, ternyata dalam sehari menjalankan profesinya sebagai pengemis, Suwadi rata-rata mengumpulkan uang Rp 300.000 sampai Rp 500.000.

Jika dihitung perbulan, dia mampu meraup lebih dari Rp 15 juta. Tentu penghasilan yang tidak kecil dan mengalahkan gaji seorang karyawan bahkan manajer.

Makanya tidak salah ketika tim Dinsos Sidoarjo melakukan penelusuran ke desa tempat tinggal Suwadi, ditemukan kalau rumah lansia itu tergolong besar dan bagus ketimbang tetangga kanan kirinya.

 

 

 

 

Baca Juga

Ditunggu Laga Liga Europa dan Roma, Milan Harus Lekas Bangkit

Genoa – AC Milan diingatkan agar tak lama-lama terpuruk usai dikalahkan Sampdoria. Sebab Milan sudah ...