Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Kampanye ASI, Dunia akan Diramaikan dengan Menyusui Bayi di Tempat umum

Kampanye ASI, Dunia akan Diramaikan dengan Menyusui Bayi di Tempat umum

ASI

Air susu ibu (ASI) adalah  nutrisi berkualitas yang tak tertandingi untuk kebutuhan bayi. Begitu pentingnya ASI bagi bayi, sehingga kampanye untuk menyusui terus berkumandang di seluruh penjuru dunia. Salah satu kampanye itu adalah merayakan pekan memberi ASI sedunia  yang jatuh tepat pada 1 hingga 7 Agustus 2015 ini. Untuk merayakannya, ribuan ibu akan memberi ASI pada anaknya di tempat umum secara serentak dalam tempo satu menit.

Aksi yang terbilang unik ini bertujuan untuk menggalang kepedulian masyarakat terhadap aktivitas menyusui ASI kepada anak.

Dengan nama “Big Latch On”, acara ini merupakan agenda rutin tahunan yang diadakan sejak diluncurkan pertama kali 23 tahun lalu, tepatnya pada tahun 1992.

World Alliance for Breastfedding Action sebagai penyelenggara dari aksi menyusui ASI ini, memang giat mencari rekanan organisasi dari seluruh dunia untuk mempromosikan pemberian ASI kepada anak. Terbukti tahun ini, sebanyak 176 negara turut bergabung dalam aksi ini, tak terkecuali Indonesia lewat Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI).

Tiap tahunnya, aksi ini memiliki tema program pemberian ASI yang berbeda, dan untuk tahun 2015 tema yang dipilih adalah “Breastfeeding and Work Let’s Make It Work!” (“Menyusui dan Bekerja: Mari Kita Sukseskan Bersama!”)

Tema tersebut dipilih khusus untuk mengimbau perusahaan tempat dimana para ibu bekerja, untuk membuat kebijakan yang memudahkan para ibu mendapatkan fasilitas dimana mendukung program ASI eksklusif untuk sang anak.

Direktur umum dari International Labour Organization, agensi spesialis dari PBB, Guy Ryder mengungkapkan bahwa isu perlindungan pada ibu saat bekerja menjadi prioritas utama untuk meningkatkan kesetaraan jender di seluruh dunia.

Ryder menyebutkan ada lebih dari 800 juta pekerja wanita di seluruh dunia, dimana sebanyak 41 persennya masih belum menerima perlindungan maternitas (pelayanan keperawatan profesional), termasuk keleluasaan memberi ASI pada anak saat bekerja. –Shanghaiist.com

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-280115-750x420-750x420

Anggota Wantimpres : Kesederhaan dari Presiden Jokowi Petut ditiru

  Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Sidarto Danusubroto mengatakan kalau sikap sederhana Presiden Joko Widodo ...