Home / Headline / Ke-5 Pekerja Kereta Cepat Asal China dinyatakan Tersangka, Ini Kasusnya

Ke-5 Pekerja Kereta Cepat Asal China dinyatakan Tersangka, Ini Kasusnya

ditjen imigrasi

Lima pekerja proyek kereta cepat asal China yang ditangkap pihak TNI Angkatan Udara (AU) beberapa waktu lalu akhirnya dinyatakan tersangka oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi. Ke-5 pekerja asal China tersebut ditangkap TNI AU saat melakukan pengeboran di kawasan Halim Perdanakusuma.

Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Timur mengungkapkan bahwa kelima pekerja asal China itu terbukti melakukan pelanggaran keimigrasian.

“Akan ditingkatkan statusnya sebagai tersangka. Dan proses penyidikannya akan diambil alih oleh penyidik, Direktorat Jenderal Imigrasi,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi Kemenkumham, Ronny Franky Sompie dalam konferensi persnya di Gedung Imigrasi Kelas I, Jakarta timur, Sabtu (7/5).

Ditambahkan olehnya, pengenaan tindakan projustisia kepada para pekerja asal China itu didukung oleh bukti-bukti yang cukup, termasuk pengakuan yang tertuang dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Ke-5 pekerja itu diduga melanggar Pasal 122 huruf (a) Undang-undang Nomor 6 tahun 2011 tentang keimigrasian.

“Ya barang siapa yang menyalahgunakan izin tinggal yang dimilikinya, berkaitan dengan kegiatan dengan pekerjaannya di wilayah Indonesia, diancam hukuman penjara lima tahun dan denda paling banyak Rp500 juta,” paparnya.

Disamping memeriksa para pekerja asal China itu, pihaknya juga memeriksa dua orang Warga Negara Indonesia (WNI) yang ikut diamankan pihak TNI AU di Halim Perdanakusuma.

“Iya ada dua orang WNI, keduanya sejauh ini sebagai  saksi. Masih saksi karena kami butuh keterangan mereka. Yang satu driver dan satu lagi penerjemah,” jelasnya.

 

 

 

Baca Juga

1 Motor Terbakar Saat Tawuran, Polisi Masih Lakukan Penyelidikan

Surabaya – Polisi menyelidiki tawuran di Patmosusastro Surabaya yang berimbas pembakaran 1 unit sepeda motor. ...