Home / Berita / Dunia / Kebanyakan Pekerja Jepang Bekerja Lebih Dari 80 Jam Per Minggu

Kebanyakan Pekerja Jepang Bekerja Lebih Dari 80 Jam Per Minggu

kerja-lembur

Pemerintah Jepang menemukan jika hampir seperempat pekerja di Jepang bekerja lembur 80 jam atau lebih setiap minggunya. Sebuah polling diadakan terhadap 19.953 pegawai dari 1.743 perusahaan antara Desember 2015 hingga Januari 2016. Ditemukan jika 23% di antaranya bekerja lembur 80 jam atau lebih setiap minggunya.

Di antara 23% itu, 11% bekerja lembur antara 80 hingga 100 jam, 12 % bekerja lebih dari 100 jam per hari. Padahal 80 jam per minggu adalah batasan kerja yang dianggap beresiko mengakibatkan kematian. Di Jepang, kematian karena kelelahan bekerja disebut “karoshi.”

Karoshi umum dialami para pria dan semakin meningkat di antara para wanita. Hal ini bisa disebabkan karena serangan jantung, stroke atau bahkan bunuh diri karena kelelahan bekerja. Dalam penelitian itu ditemukan jika pekerja di industri informasi dan komunikasi melampaui batasan kerja lembur (44%). Pekerja di bidang penelitian dan layanan teknologi khusus berada di urutan kedua (40,5 %) dan pekerja di bidang layanan pos dan transportasi di bagian ketiga (38,4%).

Penelitian ini adalah yang pertama yang melihat masalah kerja lembur di negara itu.

 

Baca Juga

Mahasiswa dan Pelajar di Sukabumi Nobar Film G30S/PKI

Kabupaten Sukabumi – Nonton bareng (nobar) film Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) digelar ...