Home / Berita / Nasional / Kegaduhan Kabinet Harus ditradisikan, Ini Alasannya

Kegaduhan Kabinet Harus ditradisikan, Ini Alasannya

Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Wapres Jusuf Kalla (kanan) usai menggelar rapat koordinasi dengan para bupati dari wilayah sebagian pulau Sumatera, Bali, NTB, NTT dan Kalimantan di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (23/1)

 

Keributan antar menteri pada Kabinet Kerja Joko Widodo-Jusuf Kalla soal kebijakan kadangkala terjadi, dan menjadi konsumsi publik. Yang terbaru adalah Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Rizal Ramli berseteru dengan Menteri ESDM Sudirman Said soal rencana pembangunan kilang gas abadi di Lapangan Gas Abadi Blok Masela.

Menurut Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima) Ray Rangkuti bahwa justru melihat perseteruan ini harus menjadi tradisi di pemerintahan. Dengan adanya keributan itu, publik dapat melihat kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah.

“Dengan adanya keributan ini, justru kita tahu kebijakan-kebijakan yang dibuat pemerintah. Sebagai contoh, sebelumnya saya mana tahu ada blok gas di Ambon (Blok Masela). Dan menurut saya, kegaduhan ini harus ditradisikan,” ujar Ray dalam sebuah diskusi di Menteng, Jakarta, Rabu (9/3).

Ditambahkan olehnya, tradisi perbedaan pandangan (di kabinet) jangan disebut kegaduhan. Pelajaran pendidikan politik.

 

 

Baca Juga

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...