Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Kejagung Meminta Maaf, Terkesan Informasi Soal Eksekusi Tertutup

Kejagung Meminta Maaf, Terkesan Informasi Soal Eksekusi Tertutup

jaksa agung7

 

Kejaksaan Agung meminta maaf atas pelaksanaan eksekusi mati jilid III yang baru dilaksanakan terhadap empat terpidana mati, dimana terkesan tertutup informasinya.

“Maaf terkesan menutup akses karena saya menghendaki eksekusi berjalan tertib, aman lancar,” ujar Jaksa Agung HM Prasetyo di Jakarta, Jumat (29/7).

Jumlah terpidana mati yang dieksekusi di LP Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, berubah dari rencana semula yakni 14 terpidana jadi empat terpidana.

Adapun keempat terpidana mati yang telah dieksekusi itu adalah Freddy Budiman (WNI), Seck Osmani (Senegal), Humprey Eijeke (Nigeria) dan Michael Titus (Nigeria).

Pelaksanaan eksekusi kali ini, memang berbeda dengan jilid II, yang saat itu Jaksa Agung HM Prasetyo memimpin langsung konferensi pers baik sebelum maupun setelah pelaksanaan.

Sementara pada Jumat (29/7) dini hari, Kejagung di Jakarta sama sekali tidak memberikan informasi resmi pelaksanaan eksekusi itu baik Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, M Rum dan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (JAM Pidum) Noor Rochmad yang belakangan diketahui tengah berada di lokasi eksekusi itu.

JAM Pidum pun akhirnya menggelar konferensi pers di dermaga penyeberangan menuju Pulau Nusakambangan.

Jaksa Agung menyatakan Jumat pagi, dirinya mendapat laporan dari JAM Pidum yang ditugaskan mengkoordinasikan pelaksanaan eksekusi itu, bahwa tugas telah dilaksanakan pada pukul 00.45 WIB.

“Eksekusi dilaksanakan di Lapangan Penembakan Tunggal Panaluan, Nusakambangan, tempat itu paling ideal,” jelasnya.

Proses eksekusi tidak ada hambatan dan gangguan, selain persoalan cuaca yang tidak bersahabat karena hujan lebat, maka eksekusinya mundur dari jadwal semula pukul 00.00 WIB.

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...