Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Bisnis / Kejahatan Perbankan Berupa Kasus Skimming, Sepertiganya ada di Indonesia

Kejahatan Perbankan Berupa Kasus Skimming, Sepertiganya ada di Indonesia

Berdasarkan keterangan Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim, kejahatan perbankan berupa skimming atau pencurian data elektronik dalam pita magnetik Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK) sepertiganya terjadi di Indonesia.

Dalam tiga tahun terakhir ini terdapat 5.500 kasus skimming diseluruh dunia dan sepertiga kasusnya atau 1.549 kejadian berada di Indonesia, demikian penjelasan Brigjen Pol. Victor Edison Simanjuntak selaku Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim.

Pertemuan Kepolisian Indonesia dengan Perwakilan Kepolisian Eropa (Europol) dalam upaya menanggulangi kejahatan pembobolan Anjungan Tunai Mandiri dengan teknik Skimming.

Skimming adalah aktivitas menggandakan informasi yang terdapat dalam pita magnetik (magnetic stripe) yang terdapat pada kartu kredit maupun ATM/debit secara ilegal, tujuannya untuk memiliki kendali atas rekening korban.

Teknik pembobolan kartu ATM nasabah melalui teknik skimming pertama kali teridentifikasi pada tahun 2009 di ATM Citibank, Woodland Hills, California. Saat itu diketahui jika teknik skimming dilakukan dengan cara mengggunakan alat yang ditempelkan pada slot mesin ATM (tempat memasukkan kartu ATM) dengan alat yang dikenal dengan nama skimmer. Modus operasinya adalah mengkloning data dari magnetic stripe yang terdapat pada kartu ATM milik nasabah.

Sebagai informasi, magnetic stripe adalah garis lebar hitam yang berada dibagian belakang kartu ATM. Fungsinya kurang lebih seperti tape kaset, material Ferromagnetic yang dapat dipakai untuk menyimpan data (suara, gambar, atau bit biner).

Kini telah beredar pula jenis skimmer yang dilengkapi dengan kemampuan membaca kode PIN kartu ATM. Dan hebatnya lagi,skimmer jenis ini juga bisa langsung mengirimkan data-data yang didapat via SMS pada pelaku.

Alat skimmer diketahui dapat dibeli pasar-pasar gelap yang hanya diketahui oleh kalangan terbatas dengan banderol mulai dari US$ 500. Malah tak sedikit pula para pelaku yang sudah ahli dapat memproduksinya sendiri dengan mudah.

Berikut sistematis cara kerja pelaku skimming :
1. Pelaku mencari target mesin ATM yang ingin dipasangai skimmer. Kriteria yang dicari adalah mesin ATM yang tidak ada penjagaan kemanan, sepi dan tidak ada pengawasan kamera CCTV.
2. Pelaku memulai aksi pencurian data nasabah dengan memasang alat skimmer pada mulut mesin ATM.
3. Melalui alat skimmer para pelaku menduplikasi data magnetic stripe pada kartu ATM lalu mengkloningnya ke dalam kartu ATM kosong. Proses ini bisa dilakukan dengan cara manual, di mana pelaku kembali ke ATM dan mengambil chip data yang sudah disiapkan sebelumnya. Atau bila pelaku sudah menggunakan alat skimmer yang lebih canggih, data-data yang telah dikumpulkan dapat diakses dari mana pun. Umumnya data dikirimkan via SMS.

Untuk pencegahannya di negara-negara Eropa telah menggunakan chip pengaman data pada kartu ATM. Sedangkan di Indonesia baru kartu kredit saja yang sudah menggunakan chip sedangkan kartu debit atau kartu ATM kebanyakan masih menggunakan magnetic stripe. Migrasi kartu dari magnetic stripe ke chip membutuhkan investasi teknologi yang besar.

Dari pihak kepolisian sejauh ini telah mengungkap tiga kasus yaitu Februari 2014 dengan kelompok pelaku berasal dari Malaysia, lalu kasus pada Mei 2014 kelompok Sri Langka dan beberapa bulan terakhir pelaku dari Bulgaria.

Selain membahas penggunaan chip sebagai pengaman ATM, Europol juga menjelaskan soal pembatasan ATM di negara tersebut. Bila warga negara ingin keluar negeri dengan membawa kartu ATM, maka diharuskan melaporkan ke pihak bank agar bisa melakukan pengamanan. Demikian penjelasan Victor selaku Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim.

Europol memiliki kemampuan dalam mengungkap kejahatan tersebut dan Indonesia juga demikian, sehingga dengan begitu kemampuan kedua belah pihak dapat digabungkan untuk mencegah kejahatan secara bersama- sama.

Below Article Banner Area

Baca Juga

amnesti_pajak889

Periode I Tax Amnesty Berakhir hari ini, Dirjen Pajak: Kita akan Layani Sampai Selesai

Periode I program Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty bakal berakhir hari Jumat (30/9) ini. Untuk ...