Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Kemenangan Kubu Ical Membuat Golkar Kembali Ribut Soal Pilkada

Kemenangan Kubu Ical Membuat Golkar Kembali Ribut Soal Pilkada

Aburizal Bakrie dan Agung Laksono
Aburizal Bakrie dan Agung Laksono

Jakarta –  Sengkarut di tubuh Partai Golkar masih terus berkepanjangan.  Dua kubu yang bersiteru, masing-masing kubu Munas Bali yang dikomandoi Aburizal Bakrie dan kubu Munas Ancol yang dipimpin Agung Laksono  akan terus berperkara panjang di pengadilan.  Kemelut itu semakin memanas setelah Pengadilan Negeri  Jakarta Utara,  Jumat 24 Juli memenangkan gugatan kubu Aburizal Bakrie terhadap kubu Agung Laksono dan Menteri Hukum dan HAM.

Dalam putusannya,  Majelis hakim yang diketuai Lilik Mulyadi tidak hanya mengabulkan gugatan Partai Golkar Munas Bali, tapi  juga menyatakan tidak sah hasil munas Ancol yang diselenggarakan 6 hingga 9 Desember 2014 oleh Kubu Agung Laksono. Hakim malah  menghukum para tergugat, yakni kubu Agung Laksono dan Menkum HAM Yasonna Laoly membayar denda sebesar Rp 100 miliar dan membayar biaya perkara sebesar  Rp 1.236.000.

Menurut Lilik, nilai kerugian berdasarkan biaya yang telah dikeluarkan penggugat untuk menghadapi tergugat sebesar Rp 12 miliar dan biaya di Mahkamah Partai Golkar sebesar Rp 5 miliar.

“Kerugian imateril berupa pikiran, tenaga, dan kepercayaan kader partai golkar terhadap penggugat kepada seluruh partai golkar yang sah dan pendapat umum yang memojokkan penggugat seolah-olah sebagai Partai Golkar yang tidak sah dan apabila dinilai dengan uang senilai 1 triliun,” jelasnya.

Dalam keputusannya, majelis hakim menilai bahwa Munas Ancol yang dipimpin oleh Agung Laksono tidak memiliki kekuatan hukum yang mengikat sehingga tidak sah.

“Termasuk tidak sah pemilihan Agung Laksono dan Zaenuddin Amali sebagai Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal Partai Golkar. Karena perbuatan Munas Ancol sebagai perbuatan melanggar hukum,” tambahnya. Keputusan Menteri Hukum dan HAM yang mensahkan pengurus Golkar Kubu Munas Ancol, menurut hakim,  merupakan langkah yang salah karena diluar kewenangannya.

Putusan PN Jakarta Utara ini sangat bertolak belakang dengan putusan Pengadilan Tinggi tata Usaha Negara  yang pada 10 Juli lalu memenangkan gugatan kubu Agung Laksono. Tapi kemenangan kubu Agung  itu hanya dalam batas penetapan SK Menteri Hukum da HAM, sementara keputusan PN Jakarta Utara ini membatalkan semua hak yang telah diberikan Menteri  Hukum dan HAM sekaligus menghukum kubu Agung Laksono membayar denda.

Tak heran jika kubu Aburizal bakrie bersorak gembira menyambut keputusan ini. Ada yang menangis, ada yang sujud syukur dan ada yang bersorak sambil berpelukan. Sementara kubu Agung Laksono terdiam seribu basa, sama seperti ketika kubu Aburizal Bakrie terduduk sedih manakala kemenangan mereka di PTUN Jakarta dibatalkan oleh PTTUN.

Yang menarik dari kemenangan Kubu Aburizal Bakrie ini adalah munculnya klaim dari pihak yang menang bahwa Golkar yang berhak menentukan calon kepala daerah dalam Pilkada Desember mendatang adalah Golkar kubu Aburizal Bakrie.

Klaim ini tentu saja kian memperkeruh suasana, sebab sebelumnya sudah ada kesepakata bahwa calon kepala daerah harus disetujui kedua pihak yang bersengketa.  Tak pelak lagi, suasana yang sempat damai itu kembali kisruh.  Kubu Agung tidak terima dengan pernyataan itu, sekaligus menolak putusan Pengadilan Negeri Jakarta pusat.

“Kami pasti banding,” tegas Agung.  Politisi Golkar pro Jokowi ini protes sebab  majelis hakim dianggapnya telah mengambil keputusan yang di luar kewenangan. Seharusnya, majelis hakim tidak mengotak atik hasil dari Mahkamah Partai.

Terkait dengan Pilkada,  kubu Agung menganggap putusan PN ini seharusnya tidak berpengaruh pada persiapan yang sudah mereka lakukan. Ia berharap pengajuan calon di Pilkada tetap dengan kesepakatan dua kubu, yaitu kubu Agung dan Ical.

Namun bagaimanapun juga, putusan ini semakin memperumit cerita rebutan kekuasaan di tubuh partai berlambang pohon beringin itu. Masih panjang jalan untuk menentukan satu Golkar.  Setelah banding, masih ada kasasi. Sama halnya dengan kubu Aburizal yang juga masih menunggu kasasi dari MA atas putusan PTTUN yang mengalahkan mereka. ***

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...

2 comments

  1. Zaenal Thengereadik Bcl

    maap.. penggemar berat komen duluan ea pemirsa.. xixixi