Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Nasional / Kemkominfo Ajak Facebook Untuk Tutup Akun ‘Esek-esek’

Kemkominfo Ajak Facebook Untuk Tutup Akun ‘Esek-esek’

Kemenkominfo

Media Sosial alias Medsos dewasa ini begitu sangat penting dan diperhatikan oleh masyarakat dunia termasuk Indonesia. Ada banyak macam medsos mulai dari facebook, twitter, path, instagram dan sebagainya. Indonesia tampaknya menjadi pangsa pasar yang menggiurkan buat para pendiri dan pemilik medsos. Bayangkan saja, pengguna facebook di tanah air lebih dari 69 juta anggota sementara twitter mencapai 50 juta anggota.

Sejatinya peran medsos adalah media online dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi dan berbagi, sebagai jembatan membangun online social movement. Atau bisa juga dimanfaatkan sebagai media berpromosi, pemasaran dan sebagainya.

Namun Medsos akhir-akhir ini, banyak sekali dimanfaatkan untuk hal-hal yang negatif. Yang paling hangat medsos digunakan untuk bisnis asusila alias ‘esek-esek’. Kasus pembunuhan menimpa pada Deudeuh Alfisahrin yang berakun Tata Chuby telah mengungkap penggunaan media sosial untuk tindakan asusila.

Berkaca dari kasus itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika menggandeng Facebook untuk menyisir dan menutup akun-akun yang memuat informasi asusila (esek-esek).”Kita akan kerjasama dengan Facebook, konten-konten mana yang terkait dengan pornografi, untuk memblok akun-akun itu,”kata Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Bambang Heru Tjahjono beberapa waktu lalu di Jakarta.

Dituturkan pula, selain Facebook, pemerintah juga akan bekerjasama dengan berbagai media sosial lainnya seperti Twitter.

Namun kerja pemerintah akan sia-sia bila tidak ada kerjasama dari masyarakat pengguna medsos. Untuk itu, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengharapkan masyarakat berperan serta dalam menangani penggunaan media sosial untuk tindakan asusila ini. “Masyarakat juga harus mendukung ini, dengan terus ikut serta memonitoring akun-akun mana yang terkait konten dan melaporkannya ke kita,” ungkapnya.
Sebagai langkah nyata, Kementerian Kominfo telah menyeru masyarakat untuk menggunakan fasilitas penanda (flagging) pada media sosial Twitter, Youtube dan Facebook bagi akun-akun yang memiliki konten negatif.

Terkait medsos dan binis prostitusi, tampaknya ada simbiosis mutualisme. Di satu sisi wanita penjaja seks membutuhkan uang dan di sisi lain pria hidung belang membutuhkan jasa PSK untuk memuaskan nafsu birahinya. Jika sebelumnya para PSK melakukan secara konvensional misal menjajakan di pinggir jalan atau ditempat border, maka sekarang lebih maju dengan menggunakan akun, dimana memajang foto-foto berani yang menggoda.

Salah seorang pengamat sosial dalam sebuah acara talkshow di satu televisi berujar bahwa ada alasan tersendiri kenapa para wanita menjajakan dirinya lewat medsos. Mereka, katanya, lebih bebas dan bisa mendapatkan hasil yang lumayan karena tidak terpotong pajak alias iuran dari mami maupun germo. Namun, resikonya pun cukup besar karena langsung berhadapan pemakai jasanya tanpa ada yang mengetahui dan mencatat.

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...