Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Nasional / Kenangan Teten Masduki Ketika dikasih jas dan uang saku dari Adnan Buyung

Kenangan Teten Masduki Ketika dikasih jas dan uang saku dari Adnan Buyung

150923040340_adnan_buyung_nasution_640x360_afp

Pengacara senior, Adnan Buyung Nasution meninggal dunia pada hari Rabu (23/9) pukul 10.15 WIB. Dia sudah sejak pekan lalu menjalani perawatan di ICCU RS Pondok Indah. Buyung meninggal di usia 81 tahun.

Sebagai pengacara senior, Buyung demikian sapaan akrab Adnan Buyung Nasution mempunyai teman, sahabat dan kolega dari berbagai kelompok. Salah satunya adalah Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki.

Teten mengakui kalau pernah diberikan kenang-kenangan sebuah jas oleh almarhum pengacara senior Adnan Buyung Nasution. Jas tersebut bermerek Italia dan hingga kini masih tersimpan dengan baik di kamar rumah mantan aktivis ICW ini.

“Itu jas pertama yang saya punya, tahun 1990 ya, waktu ditugaskan saya YLBHI kursus ke Tunisia, saya termasuk yang ikut, waktu itu bang Buyung bantu ngajar gerakan bantuan hukum,” ungkap Teten di rumah duka di Jalan Poncol Lestari, Jakarta, Rabu (23/9).

Dijelaskan pula olehnya, kenangannya bersama Adnan Buyung yang kerapkali berdiskusi soal hak asasi manusia dan demokrasi.

“Bang Buyung saat itu sedang kuliah juga Doktor di Utrech dan hasil studinya luar biasa, tesisnya tentang konstitusi. Sehabis kursus kalau sedang suntuk waktu sore kami duduk berdua, kadang berdebat soal hukum HAM juga, kalau sudah jenuh biasanya kita jalan-jalan ke kota terindah di Tunisia, ke pantai,” tutur Teten.

Ya, kata Teten, mungkin karena waktu itu karena saya pakai kaos, lalu tiba-tiba Bang Buyung langsung buka jasnya dan saya simpan sampai sekarang, waktu nikah tahun 1995 juga saya pakai, saya koleksi dan simpan sebagai kenangan, waktu pulang dari Belanda dia kasih uang dan bilang ‘belilah baju yang pantas’.

Diakui oleh Teten dirinya kerap berkomunikasi dengan Buyung dan selalu diingatkan untuk tetap konsisten terhadap perjuangan hukum.

“Memang ada janji untuk ketemu, kemarin waktu di RS rencana mau ketemu, tapi enggak bisa dan enggak sempat, tapi ya Tuhan keburu memanggilnya. Jasa-jasanya di bidang ham dan demokrasi akan selalu terkenang,” Imbuh Teten.

 

 

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...