Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Bisnis / Bedah Bank / Kenapa Laba Bank Ina Perdana Pada Q1 Tergerus ?

Kenapa Laba Bank Ina Perdana Pada Q1 Tergerus ?

Bank Ina Perdana yang dikemudikan oleh Bapak Edy Kuntardjo pada kuartal I/2015 hanya membukukan laba bersih sebesar Rp. 1,6 miliar, mengalami penurunan yang drastis sebesar Rp. 2,58 miliar atau 61,13 % dibanding kuartal I/2014 sebesar Rp 4,22 miliar.

Penurunan laba tersebut disebabkan adanya peningkatan beban operasional terutama beban tenaga kerja sebesar Rp 1,34 miliar menjadi Rp 7,06 miliar, sedangkan dikuartal I/2014 hanya mencapai Rp. 5,71 miliar.

Dalam kurun waktu satu tahun kebelakang, pertumbuhan Bank Ina Perdana kurang baik dan cenderung stagnan terlihat dari beberapa indikator pada laporan keuangan yang relatif sama dibanding posisi sebelumnya.

Pendapatan bunga bersih tidak mengalami peningkatan cenderung datar dimana pada kuartal I/2015 sebesar Rp 16,94 miliar dan diposisi yang sama tahun 2014 juga sebesar Rp 16,76 miliar. Ini mengindikasikan bank tidak melakukan expansi selama satu tahun kebelakang.

Perkembangan Total Asset juga stagnan tidak ada perkembangan yang berarti pada kuartal I/2015 sebesar Rp 1.95 triliun dan di posisi akhir tahun 2014 juga berkisar Rp 1,95 triliun. Demikian pula dengan kredit yang diberikan pada kuartal I/2015 sebesar Rp. 1,22 triliun sedangkan di akhir tahun 2014 juga sebesar Rp. 1,25 trilun. Sebaliknya Non Performing Loan (NPL) gross cenderung meningkat di kuartal I/2015 menjadi 0.54 % dibanding posisi sama tahun 2014 sebesar 0,33 % dan NPL net sebesar 0,28 % di kuartal I/2015, sebelumnya 0,23 % kuartal I/2014.

Di sisi liabilitas hampir sama tidak tumbuh juga, pada kuartal I/2015 sebesar Rp. 1,64 triliun dan posisi akhir tahun 2014 sebesar Rp 1,64 triliun. Hal ini disebabkan penambahan Dana Pihak Ketiga yang didominasi oleh dana mahal berupa deposito juga tidak begitu menggembirakan.

Capital Adequacy Ratio (CAR) mengalami penurunan semula di kuartal I/2014 sebesar Rp 26,14 % turun menjadi 25,28 % pada kuartal I/2015. Demikian pula dengan NIM (net Interest Margin) semula 4,85 % di kuartal I/2014 menjadi 3,80 % di kuartal I/2015. Ratio yang paling besar turunnya adalah Loan to Deposit Ratio (LDR) turun sebesar 21,97 % menjadi 74,02 % di kuartal I/2015 dibanding kuartal I/2014 sebesar 95,99 %.

Bank Ina Perdana yang diantara sahamnya dimiliki masyarakat sebesar 38,38 % dan OCBC Sukuritas sebesar 37,62 % masuk dalam katagori BUKU I dimana modal inti antara Rp 100 miliar sampai dengan Rp 1 triliun. Dalam laporan Keuangan kuartal I/2015 Bank Ina Perdana mencatat modal intinya sebesar Rp 290,69 miliar.

Sesuai Master Plan Perbankan Indonesia (MP2I) untuk periode 2014-2024. MP2I merupakan modifikasi dari Arsitektur Perbankan Indonesia (API) yang telah disusun oleh Bank Indonesia (BI). Salah satu tujuannya adalah untuk memperkuat daya saing industri perbankan national maka untuk bank bank bermodal kecil dan masuk dalam kategori BUKU I bisa melakukan merger sehingga menghasilkan bank baru dengan modal inti di atas Rp 1 triliun.

Bagaimana kesiapan Bank Ina Perdana untuk mengahadapi MP2I dan tantangan di era globalisasi serta tingkat persaingan yang tinggi di sektor perbankan khususnya persaingan teknologi perbankan, kita tunggu langkah-langkah strategis dari managemen Bank Ina Perdana untuk memperbaiki kinerjanya. Selain itu jangan sampai kenaikan beban operasional tidak diimbangi dengan kenaikan kinerja keuangan perusahaan.

Tim Bedah Bank Aktual Post

Below Article Banner Area

Baca Juga

amnesti_pajak889

Periode I Tax Amnesty Berakhir hari ini, Dirjen Pajak: Kita akan Layani Sampai Selesai

Periode I program Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty bakal berakhir hari Jumat (30/9) ini. Untuk ...