Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Bisnis / Ketidakpastian Suku Bunga The Fed, Likuiditas Perbankan Indonesia Ketat

Ketidakpastian Suku Bunga The Fed, Likuiditas Perbankan Indonesia Ketat

Perekonomian Amerika Serikat sudah cukup kuat untuk menghadapi kenaikan tingkat suku bunga sebesar 25 basis point dari level saat ini. Demikian optimisme dari Gubernur The Fed Cleveland Loretta Mester. Keyakinannya didasarkan pada sejumlah data perekonomian yang menggambarkan semua siap menghadapi kenaikan kecil tingkat suku bunga.

Optimistis tersebut bertentangan dengan The Fed sendiri dimana pada tahun 2015 mengisyaratkan kecenderungan kenaikan tingkat suku bunga hanya sekali.

Sama halnya dengan Gubernur The Fed Sanfrancisco, John Williams yang menilai akan terjadi kenaikkan tingkat suku bunga dua kali dalam tahun ini. Dia menambahkan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis point masih bisa diterima oleh perekonomian amerika Serikat. Dengan demikian maka proyeksi Williams pada akhir tahun 2015 posisi The Fed Fund Rate berada pada kisaran 0,5 % sd 0,75 %.

Sementara itu pada pertemuan komite pasar terbuka (FOMC) yang berakhir Rabu pekan lalu The Fed masih menahan tingkat suku bunga acuan pada rentan 0 %. Hasil analisa The Fed mempredikasi inflasi akan menguat seiring dengan menurunnya tingkat pengangguran dan penguatan sektor lapangan kerja. Selama bertahun tahun inflasi berkisar dibawah target The Fed yang mengingikan inflasi naik ke kisaran 2 %.

Hasil kajian staff Williams mengestimasikan pada kuartal I/2015 perekonomian Amerika Serikat sebenarnya tumbuh 1,5 %. Angka tersebut berbeda dengan ukuran pemerintah yang justru mencatat kontraksi perlambatan.

Sedangkan menurut kajian IMF (International Monetary Fund) mengingatkan The Fed jangan tergesa-gesa untuk menaikan suku bunga mengingat berdasarkan data pertumbuhan AS sepanjang kuartal I/2015 menunjukan perlambatan dengan berkisar sebesar 0,7 %. Sejumlah pihak dan IMF meminta The Fed untuk menunda kenaikan suku bunga hingga semester I/2016. IMF mengingatkan Bank Sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed) untuk menunggu hingga ada sinyal penguatan yang stabil disektor inflasi dan upah kerja.

Ditengah ketidakpastian rencana kenaikan suku bunga The Fed, dikhawatirkan akan meningkatkan pengetatan likuiditas di sektor perbankan di Indonesia. Untuk memenuhi pertumbuhan kredit di tahun 2015, perbankan membutuhkan dana segar dan agar mendapatkan dana segar maka biaya dana harus dinaikan sehingga perbankan akan menaikkan tingkat suku bunganya.

Berdasarkan Statistik Perbankan Indonesia (SPI) yang dikeluarkan oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) pada bulan April 2015 total beban bungan industri perbankan mengalami peningkatan sebesar 25,33 %, semula hanya Rp 90,79 triliun pada April 2014 menjadi Rp 113,79 triliun pada April 2015. Komponen penyumbang tertinggi terhadap beban bunga adalah kenaikan biaya bunga deposito berjangka.

Ketatnya likuiditas perbankan akan berpengaruh terhadap tingginya tingkat suku bunga yang ditawarkan sehingga meningkatkan posisi tawar dari pemilik dana. Pemilik dana akan melakukan window shopping untuk melihat bank mana yang menawarkan suku bunga tertinggi sehingga dana yang dimiliki dapat memberikan return yang maksimal.

Below Article Banner Area

Baca Juga

demo-ahok-4-november-ini-reaksi-nu-muhammadiyah

Demo Ahok 4 November, Ini Reaksi NU & Muhammadiyah

Nadlatul Ulama (NU) maupun Muhammadiyah mengaku tak bisa menolak aksi demo 4 November 2016, namun ...