Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Nasional / Ketua MPR ungkapkan kalau Pancasila Terancam Lumpuh, Mengapa?

Ketua MPR ungkapkan kalau Pancasila Terancam Lumpuh, Mengapa?

Ketua-MPR-Zulkifli-Hasan

 

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menyebut kalau Pancasila sekarang saat ini terancam lumpuh sebab masyarakat mulai meninggalkannya. Di sekolah, pelajaran Pancasila bahkan sudah tidak ada lagi.

Pernyataan ini mengemuka ketika Zulkifli memberikan sosialisasi Empat Pilar MPR di depan lebih dari 500 warga Muhammadiyah di Kompleks Perguruan Muhammadiyah Antapani, Bandung, Jumat (17/6), seperti dalam keterangan tertulis MPR.

Mengutip hasil survei berbagai media, ditambahkan olehnya, dari lima pertanyaan jajak pendapat yang diajukan ke responden hasilnya menunjukkan, rata-rata 5 persen dari apa yang disemangati oleh Pancasila sekarang ini masih ada.

“Jadi, 95 persen sudah mulai meninggalkan kita. Melihat hasil itu, bayangkan Pancasila terancam kelumpuhan,” jelasnya.

Berikutnya, soal musyawarah mufakat, kata Zulkifli, survei menunjukkan hanya tinggal 1 persen responden yang masih setuju adanya musyawarah mufakat.

Sementara 99 persen sisanya mengaku tak mau lagi mengutamakan musyawarah mufakat. Begitu pula untuk pengumatamaan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan kelompok.

Sebanyak 95 persen responden menjawab tidak penting “Hanya 5 persen menganggap mengutamakan kepentingan bangsa dan negara masih penting,” ujar Zulkifli.

Oleh karenanya, melihat kenyataan itu, menurutnya pentingnya sosialisasi Empat Pilar dilaksanakan secara masif. Tentu harus disesuaikan dengan metode dan perkembangan zaman sekarang.

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...