Home / Bisnis / Bedah Bank / Kinerja Bank Artos, NPL Naik, Laba Turun dan NIM Turun

Kinerja Bank Artos, NPL Naik, Laba Turun dan NIM Turun

Aktual Post– Bank Artos mempunyai kantor pusat di Bandung pada kuartal I/2015 memperoleh laba sebesar Rp 97 juta, mengalami pertumbuhan negatif sebesar Rp 390 juta atau 80,08 % jika dibanding pada periode sama tahun 2014 sebesar Rp 487 juta. Pertumbuhan negatif tersebut diantaranya disebabkan timbulnya Kerugian dari Penyertaan Dengan Equity Method sebesar Rp 1,33 miliar pada kuartal I/2015, sebelumnya hanya Rp 13 juta pada kuartal I/2014.

Selain itu NIM (Net Interest Margin) mengalami penurunan dari kuatal I/2014 sebesar 6,88 % menjadi 5,11 % pada kuartal I/2015.

Dana masyarakat yang berhasil dihimpun oleh Bank Artos sampai dengan kuartal I/2015 mencapai Rp 587,39 miliar mengalami peningkatan sebesar Rp 184,57 miliar atau 45,81 % jika dibanding kuartal I/2014 sebesar Rp 402,82 miliar. Dana masyarakat yang berhasil dihimpun masih didominasi oleh dana mahal berupa simpanan berjangka sebesar Rp 518,43 miliar atau 88,25 % dari total dana masyarakat yang dihimpun.

Kredit yang diberikan mengalami peningkatan sebesar Rp 96,56 miliar atau 21,48 % menjadi Rp 546,03 miliar pada kuartal I/2015, sedangkan kuartal I/2014 mencapai sebesar Rp 449,47 miliar.

Kualitas kredit yang diberikan mengalami penurunan terlihat dari dari nilai NPL (Non Performing Loan) yang semakin meningkat dimana NPL gross pada kuartal I/2014 sebesar 1,44 %, melejit menjadi 4,22 % pada kuartal I/2015. Demikian pula dengan NPL net mengalami peningkatan dimana pada kuartal I/2014 sebesar 1,26 % meningkat menjadi 3,89 % pada kuartal I/2015. Bank Artos harus meningkatkan monitoring terhadap kredit yang diberikan dan meningkatkan prinsip kehati-hatian dalam setiap pemberian kredit, mengingat tingkat NPL gross sudah hampir mendekati angka 5 %.

Bank Artos mempunyai total asset pada kuartal I/2015 mencapai Rp 785,85 miliar, mengalami peningkatan sebesar Rp 149,23 miliar atau 23,44 %, jika dibandingkan periode sama tahun 2014 sebesar Rp 636,62 miliar.

Ratio CAR (Capital Adequacy Ratio) pada kuartal I/2014 sebesar 20,75 % mengalami penurunan pada kuartal I/2015 menjadi sebesar 17,23 %. Penurunan CAR dipengaruhi oleh menurunnya kualitas aktiva produktif yaitu kredit yang diberikan.

Efisiensi Bank Artos yang dinilai dari ratio BOPO (Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional) mengalami penurunan dan hampir mendekati 100 % pada kuartal I/2015 sebesar 99,49 %, sedangkan kuartal I/2014 sebesar 98,76 %. Penurunan efisiensi diantaranya disebabkan meningkatnya beban lainnya sebesar Rp 746 juta, menjadi Rp 3.210 juta pada kuartal I/2015.

Loan to Deposit Ratio (LDR) mengalami penurunan dimana pada kuartal I/2014 sebesar 111,58 % menjadi 92,96 % pada kuartal I/2015.

Bank Artos sebagian besar sahamnya dimiliki oleh Saudara Arto Hadi sebesar 40 % dan sisanya dimiliki oleh keluarga Arto Hadi. Tim Bedah Bank akan terus memantau perkembangan Bank Artos.

Baca Juga

Periode I Tax Amnesty Berakhir hari ini, Dirjen Pajak: Kita akan Layani Sampai Selesai

Periode I program Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty bakal berakhir hari Jumat (30/9) ini. Untuk ...