Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Olahraga / Balap / Kini Muncul Petisi Menuntut Marquez Didepak dari MotoGP Valencia Karena dianggap Berbohong

Kini Muncul Petisi Menuntut Marquez Didepak dari MotoGP Valencia Karena dianggap Berbohong

petisi marquez5

Seperti diketahui kalau MotoGP Malaysia menimbulkan insiden yang melibatkan pembalap Movistar Yamaha Valentino Rossi dengan pembalap Repsol Honda Marc Marquez. Setelah sebelumnya ada petisi mendukung Rossi, kini kembali ada petisi lain. Petisi itu sendiri mendesak supaya Marc Marquez didepak dari seri Valencia karena dianggap berbohong mengenai insidennya dengan Valentino Rossi.

Petisi itu sendiri dimuat di laman Change.com, dimana petisi itu digagas oleh seorang penggemar MotoGP asal Prancis Antoine Levert dalam bahasa Inggris. Levert menggalang dukungan untuk mempetisi FIM (Federasi International Balap Motor), Dorna sebagai penyelenggara MotoGP, dan bos-bos Honda Racing seperti Shuhei Nakamoto, dan Livio Suppo.

Hingga berita ini ditulis, petisi itu sudah mendapatkan hampir 3000 tandatangan sejak dibuat pada dua hari lalu (28/10).

Usai insiden itu, Rossi dan Marquez memang memberikan keterangan dengan versi berbeda pada Race Direction. Tetapi pada akhirnya, Rossi dinyatakan bersalah dan dihukum penalti tiga poin serta harus start dari posisi paling belakang di Valencia.

Berikut ini isi petisi yang menuntut Marquez diskors di Valencia:

“Pada bukti baru dari perselisihan di Sepang antara Valentino Rossi dan Marc Marquez dan pernyataan menurut dua pebalap kepada pers dan ofisial balapan, jelas bahwa pemuda Spanyol itu sudah berbohong tentang kejadiannya. Dia mengklaim bahwa tidak ada kontak sebelum Valentino menendang dia sehingga dia jatuh. Padahal bukti videonya tidak mendukung versi Marquez karena dia sengaja berada di sisi kiri Valentino, menyentuh dia dengan helm dan setangnya serta mendorong kakinya dari pijakan kaki, seperti yang dikatakan Valentino. Saat Valentino mencoba menempatkan kakinya di pijakan kaki motor gerakan dia mirip seperti sebuah tendangan, Marquez sudah lebih dulu jatuh karena ulahnya sendiri, tapi dia masih menyalahkan hal itu pada Valentino.”

“Untuk itu: Sebagai pencinta dan pendukung sejati olahraga ini dan sportivitas yang ditunjukkan oleh hampir semua orang di lintasan balap, atas nama seluruh suporter olahraga ini, atas nama sportivitas, atas nama kesetiaan, atas nama kebenaran dan keadilan yang harus selalu ditegakkan di olahraga ini, kami menuntut ofisial FIM, Dorna Sports, Shuhei Nakamoto, Livio Suppo, Emilio Alzamora, dan siapapun yang berwenang membuat keputusan, untuk menghukum Marc Marquez karena tidak menghormati olahraga ini dan jutaan fans karena menghancurkan musim balapan yang legendaris ini dan mungkin saja menghancurkan olahraga ini sepertiyang kita tahu, hanya untuk memuaskan egonya dan menghancurkan harapan-harapan dari musuh terhebat dia, Valentino Rossi, didorong oleh rasa iri dan dendam karena kehebatan sejati Rossi.”

“Pada fakta yang memperlihatkan bahwa ofisial Dorna memahami bahwa Marquez sengaja menghambat Valentino Rossi, sebagai sanksinya kami menuntut supaya dia tidak diizinkan ambil bagian dari seri terakhir di Valencia.”

“Tuntutan ini sangat ringan, bahkan tidak akan kehilangan posisinya di kejuaraan ini. Mestinya dia bisa berlibur setelah balapan di Phillip Island dan masih mendapatkan posisi ketiga di klasemen, tapi sayangnya dia malah memutuskan melakukan sebaliknya. Mungkin dia sudah menciptakan sanksi terberat untuk dirinya sendiri karena dia akan diingat sebagai orang yang menyabotase harapan Valentino untuk titel juara dunia kesepuluh, atau orang yang membunuh MotoGP sendirian, sebagai musuh Valentino, yang menyelamatkan MotoGP sendirian.”

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

klasemen-baru-poin-rossi-di-motogp-2016

Klasemen Baru & Poin Rossi di MotoGP 2016

Setelah balapan di Sepang ada perubahan pada poin Rossi, Lorenzo & Marquez pada klasemen MotoGP ...