Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Tekno / Game / Kisah Anton Soeharyo Cs Bangun Touchten, Dari Workshop Di Rumah Hingga Ke Thamrin City

Kisah Anton Soeharyo Cs Bangun Touchten, Dari Workshop Di Rumah Hingga Ke Thamrin City

Touchten Game pada tanggal 7 Juli 2015 mengumumkan  telah memperoleh investasi seri C dari Gree dari Jepang dan VC 500 Startups dari AS, menjadi topik hangat di dunia teknologi. Atas keberhasilan ini, tapi tahukah Anda jika yang diraih Touchten sekarang tak semudah seperti membalikan telapak tangan?

Sejarah Lahirnya Nama Touchten Game

Touchten Game didirikan oleh tiga anak muda yang masih memiliki hubungan darah. Anton Soeharyo yang berperan sebagai CEO, mengatur segala hal berbau bisnis dan marketing. Rokimas Putra Soeharyo sebagai COO, mengatur segala hal operasional. Terakhir Dede Indrapurna (sepupu) sebagai CTO, yang mengatur segala hal teknikal dalam pengembangan game.

Lantas bagaimana asal mula munculnya nama Touchten? Nama Touchten merupakan gabungan dari kata “touch” yang berarti menyentuh sekaligus permainan kata dari istilah touch screen. Sementara “ten”  diambil dari bahasa Jepang (天) yang memiliki arti surga atau langit. Dari sinilah dimulai perjalanan ketiga saudara ini untuk menggapai mimpi menyentuh langit.

Harumkan Indonesia di Mancanegara melalui Game

Anton, Rokimas, dan Dede mulai bermanuver begitu melihat prospek yang cerah dari industri pembuatan aplikasi di smartphone. Passion yang tinggi untuk media video game, membuat trisula ini memutuskan untuk mengembangkan game daripada aplikasi model lainnya. Muncul inisiatif untuk membuat game pertama mereka, Sushi Chain.

Lantas dari mana inspirasi untuk membuat game Sushi Chain? Game ini muncul dari berbagai pertimbangan kritis. Mulai dari fakta bahwa keyword “sushi” yang tidak akan menghasilkan apa-apa di App Store meskipun itu adalah hal yang cukup umum dicari, hingga ke pertimbangan kebudayaan Jepang yang cukup populer di kawasan Asia Tenggara. Meskipun pada saat itu mereka bertiga terpisah di tiga benua yang berbeda, namun Sushi Chain pun akhirnya dibuat.

Aktivitas membuat game dimulai pada tahun Agustus 2009. Ketika itu Anton Soeharyo, Dede Indrapurna, dan Rokimas Putra Soeharyo bekerja sama mendirikan Touchten Game Production yang menempati workshop di salah satu ruangan rumah.

Kantor Pertama Touchten 1

 

Kantor Pertama Touchten 2

Kantor Pertama Touchten 3

 

Touchten beberapa kali pindah kantor dan pada tahun 2013 sampai sekarang  beraktivitas di Thamrin City Cosmo Mansion 9th floor.

Kantor Touchten 1 Thamrin City 1

Kantor Touchten 1 Thamrin City 2

Kantor Touchten 1 Thamrin City 3

Pada tahun 2011, mereka membuat game Hachiko HD yang sempat bertengger di posisi 7 dari daftar aplikasi gratisan terpopuler di iPad untuk pengguna di AS. Game itu terinspirasi kisah anjing setia di Jepang. Selain itu masih ada pula Teka Teki Saku, Amazing Cupid, dan Ramen Chain yang juga populer dimainkan di berbagai negara.

Kantor Touchten 1 Thamrin City 4

Rahasia Touchten dapat Kepercayaan Pemilik Modal Luar Negeri

Awalnya Touchten di bangun dengan modal patungan Anton, Dede, dan Rokimas. Mereka berkreasi dengan menempati workshop di sudut ruangan rumah. Rupanya keterbatasan ini tidak menjadi penghalang bagi tiga orang ‘pemimpi’ itu, untuk terus berkreativitas. Hingga akhirnya memperoleh investasi dari beberapa pihak.

Pada tanggal 22 Jul 2011 CEO Google, Eric Smith sebagai keynote the Regional Entrepreneur Summit (RES) di Bali mengatakan “Schmidt points out an example stating that an app built by an Indonesian who used to study in Japan recently hit the top 10 most-downloaded app list in the U.S. Well, that seriously sounds familiar! The app, which we covered only recently, is Hachiko by Touchten”.

Pengakuan dari Eric Smith rupanya mendatangkan angin segar bagi Touchten. Pasalnya 1 bulan kemudian atau tepatnya pada 23 Agustus 2011, Touchten mendapatkan suntikan dana untuk pertama kali dari Ideosource  dengan nama PT Langit Impian di Indonesia dan Touchten Pte Ltd di Singapore. Ketika itu susunan pengurus yang dibentuk adalah Anton Soeharyo sebagai CEO (Chier Executive Officer), Dede Indrapura sebagai CTO (Chier Technology Office), dan Rokimas Putra Soeharyo  sebagai COO (Chier Operation Officer).

Kemudian pada tahun 2013 menjadi perusahaan PMA yang merupakan gabungan investasi antara Ideosource Venture Capital (Indonesia), Cyber Agent Ventures (Japan), UOB Venture Management (Singapore) dan TMS Entertainment (Japan). Terbaru di Juli tahun 2015 ini, Touchten mendapat investasi dari perusahaan game ternama di Japan Gree dan perusahaan VC 500 Startups dari AS. 500 Startups adalah sebuah perusahaan venture capital dari Silicon Valley yang dimulai oleh beberapa alumni PayPal & Google.

Touchten Thamrin City

Dengan Touchten yang memperoleh investasi dari VS 500 Startups ini, menandakan VC AS sudah masuk seperti pidato Hillary Clinton pada tanggal 24 Juli 2011 di the Regional Entrepreneur Summit (RES) in Bali, Indonesia. “Indonesia is one of the five countries that the United States will support through angel investors”.

Lantas apa rahasia Touchten bisa mendapat kepercayaan dari perusahaan asing? Satu hal yang menarik selain karena timing yang tepat serta pencapaian Touchten, penguasaan bahasa asing yang mereka miliki juga dinilai mempermudah proses negosiasi. “Dengan menggunakan bahasa Jepang, kami lebih mengerti pembicaraan satu sama lain. Sehingga proses negosiasi berjalan lebih lancar. Saya rasa menguasai bahasa asing merupakan hal yang sangat penting bagi founder startup” jelas Anton Soeharyo, belum lama ini.

Dukungan Orangtua

Kesuksesan Anton Soeharyo Cs membangun mimpi Touchten, tentu saja karena dukungan seluruh pihak tidak terkecuali orangtua. Sosok Peggy Puger yang merupakan ibunda Anton Soeharyo, rupanya memiliki peran penting sebagai ‘lem perekat’ di dalam kreativitas Touchten. Dikutip dari akun Facebook pribadinya, Peggy selalu berpesan kepada Anton Soeharyo sebagai saudara tertua untuk menyayangi dan melindungi adik-adiknya.

Anton Soeharyo Kecil

Sejak kecil orang tua pesan kepada Anton Soeharyo sebagai big brother, baik di rumah atau di luar sayang dan jaga dan lindungi Adik. Itu telah dijalankan dengan baik oleh Anton Soeharyo. Dan kini Anton Soeharyo sebagai big brother Touchten, yang mempunyai tanggung jawab kepada 35 orang team dan komitmen kepada Board of Investor. Kini Anton Soeharyo janji kepada Negara melalui GAME besarkan nama INDONESIA. Ini adalah Mission yang mulia dan berat, mohon dukungan dan support dari semua pihak. Terima kasih” tulis Peggy Puger.

Pada Juli 2011 dikutip oleh wartawan Majalah Tempo Reza M, bahwa Anton Soeharyo mempunyai mimpi touchten menghasilkan game wahid di dunia. Dan pada tahun 7 Juli 2015 Anton Soeharyo mengatakan “Kami selalu bertujuan untuk membawa kebahagiaan bagi ratusan juta orang di seluruh dunia dan membuat Indonesia bangga melalui game”.

Artikel TouchTen 1

 

Hal ini menunjukan bahwa selama 4 tahun, Touchten masih konsisten dalam mimpi membangun Raja Game di negeri sendiri sehingga dapat bersaling dengan game dunia international. Melalui Game, Touchten bertekad membawa nama besar  Indonesia. Dengan dukungan board of manajemen dan kerjasama seluruh teamwork ditambah segenap bantuan dari media dalam negeri serta luar negeri, membuat Touchten perlahan-lahan wujudkan mimpinya untuk menyentuh langit.

Artikel TouchTen 2

Below Article Banner Area

Baca Juga

pokemon-go888

Woow…Pokemon GO Sudah Melewati 50 juta Unduhan di Android

  Kurang dari dua minggu setelah digulir mencapai 10 juta unduhan, game mobile Pokemon GO ...