Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Kisah Pembela Koruptor yang Menjadi Tersangka Korupsi

Kisah Pembela Koruptor yang Menjadi Tersangka Korupsi

Otto Cornelis Kaligis
Otto Cornelis Kaligis

Jakarta – Berbicara tentang dunia hukum dan pengacara di Indonesia, nama Otto Cornelis  Kaligis tentunya bagian yang tak bisa terpisahkan. Dia merupakan pengacara papan atas yang banyak menangani perkara besar di Indonesia. Jaringannya yang luas serta keberaniannya membela klien membuat nama OC Kaligis terdaftar sebagai salah satu pengacara papan atas di Indonesia.

Sejak membuka kantor Firma Hukum OC Kaligis and Associates pada tahun  70-an, OC Kaligis telah banyak merekrut pengacara muda untuk bergabung di dalam lembaganya. Saat ini setidaknya ada 89 pengacara yang bernaung di bawah OC Kaligis and Associates.  Dengan jumlah anak buah sebanyak itu, tidak heran jika OC Kaligis membutuhkan operasional kantor hingga ratusan juta per bulan.

Namun nilai itu tidak menjadi soal baginya, sebab sebagai pengacara dan kuasa hukum dari berbagai perusahaan terkenal, OC berpenghasilan jauh lebih besar dari biaya operasional kantornya. Di kalangan pengacara, ia bahkan dijuluki sebagai “Pengacara dengan seribu Perkara’.

Beberapa kasus besar yang pernah ditanganinya, antara lain kasus korupsi bendahara Partai Demokrat Nazaruddin, kasus pembunuhan yang melibatkan Tommy Soeharto, kasus korupsi Aulia Pohan,  dan berbagai sengketa yang melibatkan orang ternama seperti  Ginandjar Kartasasmita,  Tommy Winata, Ariel dan Luna Maya, dan lainnya. Bahkan ia pula yang menjadi pengacara untuk mantan Presiden Soeharto dan BJ Habibie saat keduanya digugat pasca reformasi yang lalu.

Ketika mencuat kasus  Komjen Pol Budi Gunawan melawan KPK,  OC Kaligus tercatat salah satu pengacara yang mendapat kuasa dari Budi Gunawan. Ia termasuk yang mengecam keras ketika KPK menjadikan Budi Gunawan sebagai tersangka.

Ketika mencuat polemic  “cicak dan buaya” yang melibat konflik antara Polri dan KPK, OC termasuk pengacara yang paling sering nongol di televise menyerang kebijakan KPK.  “Kita mendukung KPK, tapi mereka tidak boleh bertindak sewenang-wenang.  KPK perlu diperbaiki,” katanya.  Ia termasuk ahli hukum yang mendukung kewenangan KPK direvisi.

Begitu vokalnya OC dalam mengkritik KPK saat membela kliennya, sampai-sampai  Denny Indrayana saat menjabat sebagai  Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia pernah menyindirnya dalam siutan di twitter.  “Pengacara yang membela kasus koruptsi adalah juga koruptor!”

OC sangat tersinggung dengan cuitan itu. Ia lantas mengadukan  Denyke Polisi. Sampai sekarang kasus ini masih menggantung.

Sebagai pengacara yang terkenal, OC Kaligis tidak hanya menangani kasus-kasus yang ada di Jakarta, tapi juga di seluruh Indonesia.  Sejumlah perusahaan besar di Indonesia Timur banyak yang menggunakan jasanya sebagai kuasa hukum .  Pengacara kelahiran Ujung Pandang, 19 Juni 1942, punya pergaulan luas di kalangan jaksa, hakim, petinggi TNI/Polri dan kalangan politisi.

OC Kaligis menyelesiakan pendidikan hukum  dari  Universitas Parahyangan Bandung tahan 1966. Selepas itu ia melanjutkan pendidikan Kenokatariatan di  Universitas Indonesia.  Selama tiga tahun sejak tahun 1972 ia sempat tinggal di Jerman belajar  filosofi hukum di  Universitas Rheinish Westfalische Technische Hochschule. Sekembali ke Indonesia, ia membuka Firma Hukum OC Kaligis and Associates.

Seraya menjadi pengacara, OC masih sempat menyelesaikan  pendidikan Doktor Ilmu Hukum dari  Universitas Padjadjaran pada 2009.

Ia menguasai tiga bahasa asing dengan cukup baik, yaitu  bahasa Inggris, bahasa Belanda dan Bahasa Jerman.

Sebagai pengacara senior ia banyak melahirkan pengacara-pengacara muda yang kemudian menjadi terkenal di Indonesia.  Amir Syamsuddin dan Elza Syarif adalah dua pengacara yang dulu bernaung di bawah OC Kaligis & Associates.

Di kalangan wartawan, OC Kaligis juga dikenal sebagai pribadi yang sangat terbuka dan ramah.  Ia punya hobi menulis dan kerap dipanggil sebagai nara sumber dalam diskusi dan seminar tentang hukum.  OC telah banyak menerbitkan buku tentang dunia hukum. Salah satu bukunya yang populer adalah perjalanan kasus Nazaruddin di KPK berjudul ” Jangan Saya Direkayasa Politik dan Dianiaya”.

Di dunia entertainment, nama OC Kaligis juga popular, sebab selain banyak menangani kasus melibatkan artis, putri tunggalnya Velove Vexia juga merupakan artis yang kerap menjadi bintang sinetron.

OC dan keluarga  menempati rumah mewah di inti kota Jakarta, tepatnya di  Kompleks Majapahit Permai, Jakarta Pusat. Sayangnya, malam ini Selasa 14 Juli hingga waktu yang belum bisa ditentuikan, OC tidak bisa tinggal di rumahnhya karena harus mengingat di Ruang Tahanan KPK Jakarta.

OC yang dulunya dikenal sebagai pembela kasus korupsi, kini malah telah dinyatakan sebagai tersangka korupsi karena terlibat dalam kasus penyuapan hakim PTUN Medan.  ***

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...

6 comments

  1. Nandang Rosadi

    Hukum mati kalau benar salah .lebih hina dari koruptor

  2. Dwi Febriansyah

    Udah saatnya yang bersalah dihukum.

  3. GoNdo Mayit

    Pakani TAI menungso ngene ki..