Home / Berita / Nasional / Komite Umat untuk Tolikara Bentuk Tim Pencari Fakta, Ada Arifin Ilham dan Yusuf Mansur ikut Gabung

Komite Umat untuk Tolikara Bentuk Tim Pencari Fakta, Ada Arifin Ilham dan Yusuf Mansur ikut Gabung

tim-pencari-fakta-yang-dibentuk-komite-umat-untuk-tolikara-papua-_150721203419-950

Pada Jumat (17/7) silam seperti diketahui telah terjadi aksi pembakaran mushala yang dilakukan sekelompok orang di Karubaga, Kabupaten Tolikara Papua. Aksi tersebut mendapat simpati dari berbagai kalangan.

Kemudian terbentuklah Komite Umat untuk Tolikara Papua (Komat Tolikara) pada 19 Juli 2015 di Jakarta. Komite ini terbentuk setelah adanya pertemuan para tokoh nasional di antaranya, Arifin Ilham, Yusuf Mansur, Hidayat Nurwahid, Didin Hafidhudin, Bahtiar Nasir, Aries Mufti, Muhammad Zaitun Rasmin, dan lain sebagainya.

Dalam pertemuan tersebut, mereka sepakat menunjuk Bachtiar Nasir sebagai Ketua Harian Komite, Muhammadi Zaitun Rasmin menjabat sebagai Wakil Ketua, Haikal Hassan sebagai Sekretaris, Nur Effendi dan Irfan Syauqi Beik sebagai Bendahara.

Sedangkan Didin Hafidhudin diangkat sebagai Ketua Dewan Syura dan Arifin Ilham, Yusuf Mansur, Hidayat Nurwahid, Bachtiar Nasir, Aries Mufti, Bobby Herwibowo menjadi anggota Dewan Syura.

Komite rencananya akan memberangkatkan Tim Pencari Fakta dimana bertugas membantu pengungkapan dan pembangunan kembali bangunan tempat ibadah, ruko, kios maupun tempat tinggal yang hangus akibat insiden.

Keterangan pers tertulis Media Centre Komat Tolikara di Jakarta, Selasa (21/7), mengungkapkan kalu Tim Pencari Fakta tersebut dipimpin oleh Fadlan Garamatan serta terdiri atas tujuh anggota tim dari berbagai latar belakang ilmu.

Seluruh anggota Tim Pencari Fakta, setibanya di tempat kejadian perkara, yaitu di Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua Barat, akan langsung bekerja untuk menyusun kronologi kejadian sesuai dengan realitanya.

Melakukan penyusunan kronologi ini dianggap penting sebab hingga hari ini ada upaya pembelokan opini kepada publik, yang sangat merugikan dan meresahkan, karena mengaburkan beberapa fakta terkait kejadian tersebut di lapangan.

 

 

 

 

Baca Juga

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...