Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / KPK Perberat Tuduhan Korupsi untuk Suryadharma Ali

KPK Perberat Tuduhan Korupsi untuk Suryadharma Ali

Suryadharma Ali, mantan Menteri Agama RI
Suryadharma Ali, mantan Menteri Agama RI

Jakarta –  Tuduhan korupsi yang dialamatkan kepada  mantan Menteri Agama Suryadharma Ali (SDA)  semakin diperberat oleh KPK. Setelah sebelumnya ia dituduh terlibat korupsi terkait penyalahgunaan  kewenangan dalam  pemanfaatan sisa kuota haji, pemanfaatan fasilitas PPIH dan pengadaan katering dan pemondokan, Rabu 15 Juli, KPK kembali memperberat tuduhan itu dengan kasus  penyalahgunaan Dana Operasional Menteri (DOM) periode 2011-2014.

“SDA selaku Menteri Agama Republik Indonesia periode 2009-2014 diduga melakukan perbuatan melawan hukum atau menyalahgunakan wewenang untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi dalam penggunaan DOM pada Kementerian Agama Republik Indonesia tahun 2011-2014,” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugroho di Jakarta, Rabu.

KPK menyangkakan SDA melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman pidana penjara maksimal 20 tahun denda paling banyak Rp1 miliar.

“Dana tersebut diduga dipergunakan tersangka SDA untuk kepentingan pribadi dan tidak terkait dengan pelaksanaan tugas sebagai Menteri Agama, akibatnya, terjadi kerugian keuangan negara yang bersumber dari APBN,” tambah Priharsa. Sudah ada sejumlah saksi yang diperiksa dalam kasus tersebut.

Sementara itu pengacara SDA,  Humphrey Djemat mengaku belum tahu mengenai penambahan sangkaan kepada kliennya tersebut.  SDA sendiri sampai sekarang masih menghuni ruang tahanan KPK sejak April lalu. Untuk tuduhan awal yang dilimpahkan kepadanya diperkirakan telah merugikan negara hingga  Rp1 triliun. Untuk tuduhan kedua ini, KPK tidak menyebutkan berapa kerugian yang diderita negara. ***

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...