Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Headline / KPK Tangkap Tangan dan Tetapkan Tersangka Anggota DPR Dewie Yasin Limpo

KPK Tangkap Tangan dan Tetapkan Tersangka Anggota DPR Dewie Yasin Limpo

konferensi-pers-kpk dewie yasin limpo

Salah satu anggota Fraksi Hanura di DPR Dewie Yasin Limpo resmi menjadi tersangka dalam kasus dugaan penyuapan tentang proyek pengembangan tenaga listrik di Papua. Dewie Limpo diduga menerima duit dengan total SGD 177.700 atau sekitar Rp 1,7 miliar.

“Diduga sebagai penerima adalah DYL kemudian RB dan BWA. Ketiganya disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah menjadi UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” ungkap Plt pimpinan KPK Johan Budi dalam jumpa pers di kantor KPK, Rabu (21/10).

Disamping itu KPK juga menetapkan dua orang pengusaha berinisial IR dan SET yang diduga sebagai pemberi duit suap. Keduanya dikenakan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

KPK yang melakukan operasi tangkap tangan dimana dilakukan petugas KPK pada Selasa (20/10) di sebuah rumah makan di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Pemberi suap yakni IR dan EST bertemu dengan kaki tangan Dewie Limpo berinisial RB.

“Setelah selesai disitu keluar (rumah makan) kemudian tim melakukan penangkapan dan di TKP  kita temukan uang dalam bentuk dollar singapura 177.700 dollar Singapura ditempatkan di sebuah tas,” jelas Johan.

Disamping uang, petugas KPK juga mengamankan sejumlah dokumen dan handphone. Kemudian pada pukul 19.00 WIB, petugas KPK menangkap Dewie Limpo dan stafnya berinisial BWA di Bandara Soekarno-Hatta.

“Semuanya dibawa ke KPK lalu dilakukan pemeriksaan secara intensif sejak kemarin kemudian dipaparkan penyidik, penyelidik, penuntut, di depan pimpinan yang kemudianj disimpulkan dalam kaitan peristiwa diduga telah terjadi korupsi yang kemudian dilakukan peningkatan status,” terang Johan.

 

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...